Tes Masuk Tebuireng, SMP Sains Tebuireng Catat 573 Pendaftar

136
Suasana ruang tes tingkat SLTP di SMP Sains Tebuireng (foto: albii)

Tebuireng.online—Penerimaan Santri Baru (PSB) Pesantren Tebuireng digelar serentak di seluruh unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Pesantren Tebuireng pada Sabtu pagi (20/12/2025). Pada hari pertama, pelaksanaan PSB difokuskan untuk jenjang SLTP, salah satunya di SMP Sains Tebuireng Jombok yang mencatat lonjakan jumlah pendaftar.

Tahun ini, SMP Sains Tebuireng menerima sebanyak 573 pendaftar. Ketua Panitia Pelaksana PSB SMP Sains Tebuireng, Ustadzah Anik Muflihah, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, sangat menarik. Antusias masyarakat kepada SMP Sains Tebuireng sangat luar biasa dan masih bertahan dengan banyak peminat,” ujarnya.

Baca Juga: Dua Tim SMP Sains Tebuireng Borong Juara di Olimpiade TIK TechUp 2025

Dari total pendaftar tersebut, panitia menyiapkan 21 kelas, yang terdiri atas 20 kelas offline dan satu kelas online. Kelas online diperuntukkan bagi calon santri yang berasal dari luar pulau dengan jarak yang cukup jauh.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ustadzah Anik menjelaskan bahwa terdapat perbedaan dalam teknis pelaksanaan tes PSB tahun ini, terutama pada pengaturan waktu. Untuk menciptakan suasana yang lebih tertib dan kondusif, panitia membagi pelaksanaan tes ke dalam beberapa sif.

“Tahun ini tes dilaksanakan secara sif, dengan pembagian 10 kelas untuk psikotes, 10 kelas untuk tes hitung cepat, serta tes Al-Qur’an dan akademik,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendaftar SMP Sains Tebuireng tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri. “Kemarin ada dari Malaysia, tahun ini Alhamdulillah ada lagi, bahkan dari Belanda,” ungkapnya.

Calon santri putra yang mengikuti tes seleksi di SMP Sains Tebuireng Jombok, Jombang (foto: albii)

Dari sisi teknis, pelaksanaan PSB dinilai berjalan lebih tertib. Sejak pukul 07.00 WIB, para wali santri telah memasuki area tunggu yang disediakan, sementara calon santri mengikuti tes dengan suasana yang lebih tenang dan terarah.

Baca Juga: Ikuti Olimpiade Sains, Siswa Ini Berhasil Raih Golden Ticket Masuk SMP Sains Teburieng

“Jam tujuh pengawas sudah masuk kelas untuk menyapa anak-anak dengan lembut agar suasana lebih kondusif,” tutur Ustadzah Anik. Ia berharap santri yang diterima nantinya menjadi santri terpilih yang membawa keberkahan serta mampu memajukan SMP Sains Tebuireng ke depan.

Salah satu calon santri, Abraham Habiburrahman Addafi asal Bogor, mengaku sempat merasa gugup sebelum mengerjakan soal. “Deg-degan, takut nggak bisa jawab soal, tapi alhamdulillah bisa. Semoga lulus,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keinginannya untuk mondok sudah ada sejak lama karena lingkungan keluarganya banyak yang menempuh pendidikan pesantren.

Hal serupa disampaikan calon santri lainnya, Aisyah Syafa’ah Humaira dari Jember. Ia mengaku senang meski sempat gugup saat mengikuti tes. “Bismillah semoga keterima. Tesnya akademik, hitung cepat, sama Al-Qur’an. Semua dikerjakan, semoga benar,” katanya.

Dari sisi wali santri, Ahmad Muhajir asal Lamongan, ayah dari Ahmad Murtafi’ Hamdi, menyampaikan alasan memilih SMP Sains Tebuireng sebagai tempat pendidikan putranya.

“Anaknya sendiri yang ingin ke sini. Dia tertarik mondok di pesantren legendaris Mbah Hasyim Asy’ari karena sering membaca kisah perjuangan beliau. Anak saya juga cenderung ke sains, semoga di sini bisa punya dasar agama yang kuat sekaligus pandangan intelektual yang mumpuni,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Devi dari Sidoarjo, wali santri Raffif Sakhy Zaidan, mengungkapkan bahwa pengalaman positif anak pertamanya yang lebih dulu mondok di SMP Sains Tebuireng menjadi alasan utama kembali mendaftarkan anaknya.

Baca Juga: SMP Sains Tebuireng Gelar Olimpiade Sains, Tembus 700 Pendaftar  Seluruh Indonesia

“Anak pertama saya sudah mondok di sini, hasilnya bagus dan lebih mandiri. Dulu semua bergantung ke ibu, sekarang lebih mandiri. Pondoknya juga modern dan sesuai dengan perkembangan zaman,” tuturnya.

Untuk menunjang kenyamanan selama proses tes berlangsung, panitia PSB SMP Sains Tebuireng menyediakan fasilitas tenda di lapangan depan sekolah. Selain itu, area masjid juga disiapkan sebagai tempat tunggu bagi wali santri. Dengan fasilitas tersebut, pelaksanaan PSB hari pertama berjalan tertib, nyaman, dan lancar.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary