
Tebuireng.online– Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng pada Sabtu pagi (6/12/2025) menggelar Seminar Literasi Keuangan Syariah bertema “Emas Investasi Solutif Masa Kini” sebagai rangkaian pembuka Muktamar Turos Nabawi (Mutun) 2025. Kegiatan yang diinisiasi dosen Ma’had Aly ini berlangsung di lantai 3 Gedung Yusuf Hasyim dan diikuti oleh para mahasantri serta sejumlah delegasi undangan.
Acara yang didukung oleh Pegadaian tersebut bertujuan membuka wawasan generasi muda mengenai literasi keuangan digital berbasis syariah. Dimulai pukul 08.30 WIB, rangkaian kegiatan diawali sambutan dari Ketua Mutun 2025, Dr. Ubaidillah.
Dalam sambutannya, Dr. Ubed mengapresiasi kerja sama Pegadaian yang bersedia menjadi sponsor dalam kegiatan ini. “Acara ini adalah rangkaian dari Muktamar Turos Nabawi yang semoga dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun dan bertaraf internasional,” ujarnya.
Baca Juga: Menyelaraskan Literasi Keuangan dengan Prinsip Agama
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan Mutun berangkat dari keinginan mengimplementasikan ilmu hadis yang dipelajari di kampus agar memberi manfaat nyata. “Ilmu hadis itu sudah melangit, dan harus mampu menyelesaikan masalah tanpa masalah, seperti Pegadaian ini,” imbuhnya.

Dr. Ubed juga memperkenalkan konsep paradigma ekosunnah yang tengah dikembangkan di Ma’had Aly. “Ini adalah kiasan yang kami populerkan di Tebuireng. Harapannya, dapat melahirkan ilmuwan hadis yang memiliki pertimbangan ekologis,” jelasnya.
Baca Juga: Dr. Ubaid Tegaskan Pentingnya Eko-Sunnah dengan Seruan Merespons Krisis Lingkungan
Sambutan berikutnya disampaikan Mudir Ma’had Aly, Ust. Roziqi, yang memberikan motivasi kepada para peserta. “Mahasantri ini sangat berpotensi menjadi orang kaya, karena menjadi orang kaya adalah salah satu sanad kita dari para pendahulu,” tuturnya yang disambut tawa peserta.
Seminar menghadirkan narasumber Putut Pribadi, Kepala Departemen Gadai Pegadaian Area Madiun, yang telah berpengalaman 30 tahun di bidang pergadaian. Dalam pemaparannya, Putut menjelaskan alasan pentingnya menabung emas, jenis-jenis tabungan emas, serta berbagai keunggulannya.
Ia juga mendemonstrasikan penggunaan aplikasi Tring, platform digital Pegadaian untuk investasi emas. “Kenapa harus nabung emas? Karena mudah diatur. Emas adalah pilihan paling bagus untuk berinvestasi,” terangnya.
Putut turut memberikan pesan kepada peserta yang telah memulai investasi emas. “Jangan sekali-kali menjual emas kecuali untuk dua hal: saat anak sakit dan untuk membangun rumah,” pesannya.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan lima penanya yang menyampaikan pertanyaan seputar dunia pergadaian. Menjawab pertanyaan mengenai waktu terbaik membeli emas, Putut menjawab lugas, “Belilah emas saat ada uang, meskipun sedikit. Jangan menunggu harga turun, nanti uangnya habis, emasnya tidak jadi dibeli.”
Baca Juga: Kiai Roziqi Sebut Keilmuan dan Keuangan Harus Terhubung, Mahasantri Perlu Melek Literasi Finansial
Sebagai apresiasi, lima penanya terpilih masing-masing mendapatkan hadiah emas 0,5 gram melalui aplikasi Tring. Salah satu penerima, Aulia Rahma, mengaku terkejut sekaligus senang. “Padahal saya nekat angkat tangan karena lihat perempuan cuma satu yang bertanya. Masih bingung juga mau tanya apa. Eh, ternyata dapat emas. Alhamdulillah, semoga bisa terus belajar menabung untuk masa depan,” ujarnya.
Seminar literasi keuangan ini menjadi kegiatan pembuka rangkaian Mutun 2025 Ma’had Aly, yang selanjutnya akan diisi Bahtsul Masail, Khataman Hadis Ekologi Kitab Kutubut Tis’ah, dan ditutup dengan Konferensi Mutun Internasional yang digelar dalam dua sesi, daring dan luring, pada 14–15 Desember mendatang.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















