Gus Kikin Beberkan Kunci Kejayaan Bani Wahid: Ini Warisan Hadratussyaikh!

57
Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz saat memberikan sambutan dalam acara bedah buku ‘Teladan dari Rumah Ulama’ karya dr. Umar Wahid (foto: zidan/tebuirengonline)

Pesantren Tebuireng— Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz (Gus Kikin), menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya bedah buku “Teladan dari Rumah Ulama” karya KH. dr. Umar Wahid. Acara yang turut menghadirkan Dra. Nyai Lathifah Shohib sebagai pembanding buku tersebut berlangsung pada Sabtu (22/11) di Gedung Yusuf Hasyim, Pesantren Tebuireng.

Dalam sambutannya, Gus Kikin menegaskan bahwa buku ini memiliki nilai penting dan menjadi cerminan pendidikan yang diwariskan langsung oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari kepada keluarga dan para dzurriyahnya. Beliau juga menilai penerbitan dan pembahasan buku ini sangat relevan serta bermanfaat bagi seluruh warga Pesantren Tebuireng.

Baca Juga: Gus Umar Wahid Ungkap Kisah Luar Biasa Nyai Sholihah dan Kiai Wahid Hasyim

“Buku ini sangat menarik, karena mencerminkan ajaran-ajaran yang ditanamkan Hadratussyaikh kepada keluarga dan putra-putrinya. Saya melihat Bani Wahid lebih menonjol dari yang lain karena banyak ajaran yang diamalkan secara istiqamah, sehingga menjadikan mereka pribadi-pribadi kuat di lingkungannya masing-masing,” ujar Gus Kikin.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur ini, juga menyampaikan terima kasih kepada KH. dr. Umar Wahid karena memilih Tebuireng sebagai tempat penyelenggaraan bedah buku. Menurutnya, pengalaman dan kisah yang dituliskan dalam buku tersebut akan menjadi pelajaran berharga bagi santri, pembina, dan seluruh warga pondok.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Ini akan menjadi contoh dan pelajaran bagi semua orang di lingkungan Tebuireng. Apa yang ditulis oleh Umar itu sangat nyambung dengan ajaran Hadratussyaikh, termasuk yang tercantum dalam kitab Adab al-Muta’allim, kitab yang digunakan untuk mengamalkan adab,” jelas Gus Kikin.

Gus Kikin saat membedah buku “Teladan dari Rumah Ulama” bersama Kiai Umar Wahid dan Nyai Lathifah Shohib

Cicit Hadratussyaikh itu menambahkan bahwa pendidikan khas Tebuireng diwariskan secara turun-temurun: dari Hadratussyaikh kepada KH. Wahid Hasyim, kemudian kepada Nyai Sholihah, hingga sampai kepada putra-putrinya. Hasilnya, para anggota Bani Wahid tumbuh sebagai pribadi yang menonjol di bidangnya masing-masing.

Selain itu, Gus Kikin juga menyoroti sosok penting dalam buku tersebut, yaitu Nyai Sholihah. Baginya, perjuangan Nyai Sholihah sebagai ibu yang ditinggal wafat oleh KH. Wahid Hasyim pada usia 31 tahun dengan enam anak adalah keteladanan besar yang layak dicontoh.

“Yang menarik dari Bu Nyai Sholihah adalah bagaimana beliau mengajarkan adab kepada putra-putrinya. Sejak kecil, anak-anak diperhatikan betul adabnya. Beliau sangat teliti membesarkan anak-anaknya,” tutur Gus Kikin.

Menurutnya, adab merupakan instrumen utama yang menghubungkan manusia dengan Allah. Karena itu, pendidikan adab yang diwariskan sejak dini menjadi fondasi keberhasilan generasi Bani Wahid.

Baca Juga: Tebuireng Gelar Bedah Buku Teladan dari Rumah Ulama

Gus Kikin menambahkan bahwa apa yang dituliskan dan dijelaskan oleh KH. dr. Umar Wahid dalam buku ini menunjukkan bahwa seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Keteladanan Nyai Sholihah menjadi bukti nyata bahwa pendidikan terbaik selalu berawal dari rumah.

Di akhir sambutannya, Gus Kikin mengajak para santri dan civitas Pesantren Tebuireng untuk menjadikan buku ini sebagai referensi penting dalam memahami pendidikan keluarga ulama.

“Semoga buku ini mudah ditangkap dan dipahami, karena pendidikan yang disampaikan di sini sangat mahal. Selain teori, pengamalannya juga jelas. Buku ini bisa menjadi pedoman dan rujukan untuk kita terapkan di lingkungan Pesantren Tebuireng,” pungkasnya.



Pewarta: Albii

Editor: Rara Zarary