
Tebuireng.online– Pada pembukaan Diklat Santri Husada Pesantren Tebuireng yang digelar di aula lantai 3 Gedung Yusuf Hasyim, Kiai Lukman Hakim selaku mudir pembinaan pondok pesantren, mengatakan bahwasanya para santri yang tergabung dalam organisasi Santri Husada dan berada di bawah naugan Unit Kebersihan Kerapian Lingkup Pesantren (UKKLP) adalah santri pilihan. Hal tersebut ia sampaikan di hadapan 132 santri putra & putri, padaJumat, 21 November 2025.
Diklat Santri Husada adalah momentum perekrutan yang senantiasa dilakukan setahun sekali. Maka pada momentum tersebut, Kiai Luqman Hakim berkinginan para Santri Husada harus menyadari bahwa mereka adalah santri pilihan.
“Hanya mengingatkan bahwa Santri Husada ini adalah santri pilihan. Santri yang akan memberikan tauladan yang terbaik kepada teman-temannya baik dari sisi kesehatan, kebersihan, lingkungan dan lain-lain sebagainya. Panjenengan semuanya menjadi moderator, menjadi ikon dan teman-teman yang ada di kamar,” ungkapnya.
Beliau juga, berharap besar pada Santri Husada dapat menjadi sosok tauladan yang baik bagi santri-santri lainnya di kamar masing-masing.
“Untuk itu, harapan kami mudah-mudahan dengan adanya Santri Husada ini akan menularkan kebaikan-kebaikan kepada teman-teman yang ada di lingkungan kita,” imbuhnya.
“Insyaallah dengan ketulusan panjenengan penabian terhadap pesantren melalui santri husada ini telah akan mengalir keberkahannya kembali kepada panjenengan semuanya. Tentu menjadi contoh itu tidak mudah,” jelasnya.
Terakhir beliau juga tak lupa memberikan motivasi kepada Santri Husada bahwa untuk menjadi sosok yang memberikan teladan tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dilalui salah satunya adalah istiqomah.
“Menjadi tauladan itu tidak mudah tanpa istikamah. Untuk itu seberat apapun, kalian semuanya adalah menjadi obor, menjadi penerang di tengah-tengah teman-teman, maka harus kuat bilamana ada ujian, bilamana ada sesuatu yang kiranya tidak menggerakkan, itu adalah bagian daripada perjuangan kalian semuanya,” pungkasnya.
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Muh. Sutan


















