Guru SMP Sains Antusias Ikuti Pelatihan Konten Kreatif TikTok

96
Guru SMP Sains Tebuireng foto bersama pemateri usai pelatihan pembuatan video Tiktok (foto: smpsains)

Tebuireng.online – SMP Sains menggelar pelatihan pembuatan konten video TikTok dengan aplikasi CapCut sebagai wadah kreativitas guru dalam pembelajaran. Kegiatan ini menghadirkan jurnalis Tebuireng Online sekaligus pembina ekstrakurikuler jurnalistik, Alfi Nabila, pada Senin (22/10/2025) di ruang guru SMP Sains.

Acara berlangsung selama dua jam dan dibuka oleh Ustadz Mulya Afif. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memaksimalkan media sosial sekolah. “Jadi kita memaksimalkan ini semua supaya bisa mengenalkan sekolah secara luas. Contoh-contoh yang baik harus disyiarkan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ustadzah Anik. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya sebatas keterampilan digital, tetapi juga sarana dakwah.

Baca Juga: Guru dan Siswa SMP Sains Raih Prestasi dalam Kompetisi GUSI BERSI Alef Education Indonesia

“Ada kompetensi yang harus dimiliki oleh kita. Nilai-nilai barokah harus kita ikuti, bagaimana menyebarkan dakwah ke masyarakat. Dakwah melalui media adalah cara penting di zaman sekarang. Kalau bukan kita yang menyiarkan hal positif, maka yang tersebar justru hal-hal negatif,” pesannya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Setelah sambutan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi. Alfi menjelaskan fitur-fitur CapCut serta teknik pengambilan video yang baik.
“Untuk mengambil video, yang penting stabilitas kaki dan tangan. Kalau tidak menggunakan ponsel dengan stabilizer, video akan goyang,” terangnya.

Ia juga membagikan tips editing sederhana menggunakan fitur potong, audio, filter, efek, dan rasio, yang menurutnya sangat membantu guru dalam membuat konten praktis. Para peserta kemudian diminta untuk praktik membuat konten selama satu jam, lalu mempresentasikan hasilnya untuk mendapat evaluasi.

Baca Juga: SMP Sains Raih Juara 3 Lomba Basket se-Kabupaten

Salah satu peserta, Ustadzah Mefa, mengaku mendapat banyak ilmu baru dari pelatihan ini.
“Seru, menambah wawasan tentang dunia digital. Bisa membuat konten yang menunjang, terutama pembelajaran di bidang IPS,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Hamid menilai pengalaman ini membuka wawasannya tentang tantangan mengelola media sosial.

“Ternyata mengelola TikTok tidak semudah yang dibayangkan. Kami mendapat ilmu baru, harapannya bisa menghidupkan media sosial SMP Sains untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan yang bisa tersebar lebih luas lagi,” pungkasnya.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary