
Tebuireng.online— Mahasantri semester 3 Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Moh. Wildan Husin, meraih juara harapan I Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jatim. Kompetisi bergengsi ini berlangsung pada 14–19 September 2025 di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UINKHAS) Jember, diikuti oleh 47 delegasi kafilah dari berbagai daerah se-Jawa Timur.
Mahasantri asal Bangil ini tampil dengan pembahasan yang cukup kritis dan aktual. Pada babak penyisihan dengan tema “Al-Qur’an dan Pengentasan Kemiskinan”, ia mengangkat judul “Menggugat Nickel Mining di Raja Ampat: Ekowisata sebagai Pintu Keluar dari Kemiskinan”. Sementara pada babak semifinal dengan tema yang sama, ia membahas “Defisit Moral DPR Menyulut Loss of Empathy: Sistem Meritokrasi sebagai Solusi Qur’ani”.
Baca Juga: Ustadz Syukron Ma’mun Tekankan Pentingnya Semangat Keilmuan pada Mahasantri
“Kesulitannya adalah sistem lomba yang menuntut tulisan selesai sebelum 8 jam, itu benar-benar menguras tenaga dan pikiran,” ungkapnya melalui wawancara (21/9).

Dalam proses persiapan, lelaki kelahiran 28 Januari ini mengaku telah berlatih sekitar satu bulan penuh di bawah bimbingan Dr. Anang, dosen Ma’had Aly Tebuireng, yang juga menunjuknya sejak awal untuk mengikuti lomba ini. Penilaian lomba meliputi ide pokok, gaya bahasa, serta sistematika logika.
Baca Juga: Menggali Pemikiran Hadratussyaikh, Mahasantri Sabet Juara 2 MQK Nasional
Meski pada babak semifinal ia memperoleh nilai sama dengan juara III, keputusan dewan juri menetapkan Wildan sebagai juara harapan I. “Alhamdulillah senang, semoga ke depan bisa meraih juara lagi,” ujarnya penuh syukur.
Selain mendapatkan apresiasi berupa piala dan uang pembinaan, prestasi Wildan juga mendapat sambutan positif dari para dosen Ma’had Aly Tebuireng. “Alhamdulillah banyak yang suka atas prestasi saya,” tambahnya.
Baca Juga: Bacakan Puisi Santri dan Kiai, Mahasantri Sabet Juara 3 Tingkat Nasional
Santri kelahiran 2002 ini juga telah menguasai sejumlah kitab penting seperti Hasyiyah Baijuri, Hasyiyah Ianah Ath-Thalibin, Ghayatul Wushul, Asybah wa An-Nadhair, hingga Bughyatul Mustarsyidin.
Dalam sebuah wawancara, Wildan menyampaikan harapan, prestasinya bisa menjadi motivasi bagi para santri dan mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan, khususnya dalam bidang penulisan ilmiah populer berbasis Al-Qur’an.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















