Kesadaran Menjaga Lingkungan

88
Ilustrasi peduli lingkungan (sumber: jurnalpos)

Masalah lingkungan menjadi pusat kejian seluruh dunia. Terbukti dengan tiga fokus permasalahan di PBB meliputi membebaskan kemiskinan, menjaga lingkungan, dan mensejahterakan masyarakat. Isu lingkungan dibahas sejak Pertemun Internasional konferensi Stockholm pada tahun 1972. Dibeberapa negara sudah banyak yang sadar pentingnya menjaga alam, jauh sebelum Indonesia memulai. Indonesia sendiri baru mulai mengkaji pentingnya menjaga alam pada tahun 2003, dan semakin gencar dibicarakan hingga sekarang.

Pesantren menjadi lembaga pedidikan agama yang khas di Indonesia sadar isu lingkungan semenjak tahun 2003, Namun tidak semua pesantren sadar akan isu ini. Pondok Pesantren Ekologi Ath Thaariq misalnya, menjadi salah satu pelopor pesantren sadar dengan isu ekologi. Dengan menerapkan pendidikan berbasis kajian Teologi Ekologi dan Pertanian berbasis pemulihan ekologi membuat pesantren ini mendapat apresiasi oleh PBB.

Baca Juga: Kesadaran Menjaga Lingkungan

Islam fokus kajian isu lingkungan dengan meluncurkan satu kajian khusus berupa Fiqh Ekologi dan Teologi Ekologi. Disebutkan dalam kitab suci Al-Quran pentingnya menjaga lingkungan, salah satunya QS. Al-A’raf ayat 56:

  وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ

“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.” Ini menjadi dasar bagi umat muslim untuk senantiasa mejaga alam.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Di dalam kitab hadis, meski tidak ada sub bab tersendiri mengenai hadis-hadis ekologi bukan berarti tidak ada hadis mengenai menjaga lingkungan. Salah satunya adalah hadis mengenai pahala sedekah bagi penanam pohon.

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ طَيرٌ أَوْ إِنْسَانٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ رواه البخاري ومسلم والترمذي

“Dari Sahabat Anas r.a., Rasulullah saw., bersabda: ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon tau menebar bibit tanaman, lalu (hasilnya) dimkan oleh burung atau manusia, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya,” ini mendorong umat muslim untuk menanam, dan membuat optimisme ketika para petani gagal panen. Meski tidak mendapatkan hasil panen, tapi tetap mendapat pahala sedekah.

Islam menggaris bawahi pentingnya menjaga lingkungan dengan gerakan menanam meski kiamat telah tiba. Disebutkan dalam hadis tentang urgensi menanam.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنْ قَامَتْ عَلَى أَحَدِكُمُ الْقِيَامَةُ، وَفِي يَدِهِ فَسِيلَةٌ فَلْيَغْرِسْهَا

“Dari Sahabat Anas r.a., Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah benih, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah.” Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. 

Umat muslim memiliki tugas untuk menjaga alam dengan menanam pohon. Karena dengan menanam pohon akan mengembalikan ekosistem alam. Mulai dari, menghasilkan oksigen, menyerap karbondioksida, mencegah erosi tanah, menyediakan habitat, sehingga membantu mengurangi krisis iklim yang semakin ekstrim, dan memperbaiki polusi udara yang buruk. Bagi kesehatan fisik, pohon dapat mengurangi gejala asma, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres dan memberikan ketenangan.

Baca Juga: Santri Harus Punya Karakter Peduli terhadap Lingkungan

Dengan demikian, Islam melarang keras menebang pohon tanpa suatu kemanfaatan. Disebutkan dalam hadis ancaman bagi seorang yang menebang pohon dengan semaunya.

مَن قطَع سِدْرةً صوَّب اللهُ رأسَهُ في النَّارِ

“Barang siapa yang memotong pohon bidara, akan Allah tuangkan cairan di kepalanya di neraka.” HR. Abu Dawud.



Penulis: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary