7 Keutamaan Bulan Ramadhan yang Harus Diketahui

(foto: Ghunnyatul Karimah)
(foto: Ghunnyatul Karimah)

Oleh: Ustadz Zaenal Karomi*

Bulan suci Ramadhan sudah di ambang pintu. Seluruh lapisan masyarakat muslim di Indonesia dan dunia menyambut kedatangan bulan yang penuh berkah ini. Dengan segenap kegembiraan dan suka cita mari bersama menyiapkan kondisi jiwa dan raga sebaik mungkin. Keceriaan wajah dan jiwa coba ditampakkan karena berharap untuk berjumpa dengan “syahru Ramadhan wa syahru syiam” yang berlimpah berkah. Keniscayaan amaliyah dengan amal shalih, seperti berdzikir, shalat tarawih, tadarus Al-Quran, memperbanyak sedekah, salawat dan lainnya.

Bulan istimewa, bulan Ramadhan, bulan yang dilipat gandakanya pahala amal-amal kebaikan serta bulan yang penuh rahmat dan maghfiroh dari Allah subbhanahu waa ta’ala. Selain itu, bulan Ramadhan adalah bulan menahan diri. Menahan dari makan, minum, jimak (bersetubuh antara suami istri) dan mengendalikan nafsu sesuai dengan syariat Islam, mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat menjalankan perintah dari Allah yang dilandasi dengan keimanan. Berikut adalah keutamaan bulan suci Ramadhan:

Bulan Ramadhan Bulan Diturunkannya Al Qur’an

Ramadhan adalah bulan diturunkannya permulaan Al Quran sebagai petunjuk manusia. Keterangan ini dijelaskan dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 185, yang berbunyi sebagai berikut:

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, yang bertujuan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dengan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara mereka yang menyaksikan (berada) di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa) maka wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu sekalian bersyukur. )Surat Al Baqarah: 185).

Bulan dibukanya Pintu Surga dan ditutupnya Pintu Neraka

Diceritakan dalam hadis Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah riwayat Imam Bukhori tentang keutamaan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Sebagaimana keterangan dalam kitab Shahih Bukhori juz 3 halaman 32, yang berbunyi sebagai berikut:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ – وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ – عَنْ أَبِى سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ 

Artinya: “Apabila datang bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan yang jahat dibelenggu.” (HR. Bukhori).

Dalam redaksi kitab yang lain, hadis yang diceritakan dari Abu Hurairah, riwayat yang dijelaskan dalam kitab Sunan at Turmudzi halaman 682, yang berbunyi sebagai berikut:

حدثنا أبو كريب محمد بن العلاء بن كريب حدثنا أبو بكر بن عياش عن الأعمش عن أبي صالح عن أبي هريرة :قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا كان أول ليلة من شهر رمضان صفدت الشياطين ومردة الجن وغلقت أبواب النار فلم يفتح منها باب وفتحت أبواب الجنة فلم يغلق منها باب وينادي مناد يا باغي الخير أقبل ويا باغي الشر أقصر ولله عتقاء من النار وذلك كل ليلة

Artinya: “Diceritakan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun ditutup.” Dan seorang penyeru menyerukan, ”Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan, tahanlah. Dan Allah memiliki orang-orang yang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu yang terjadi setiap malam.” (HR. Turmudzi).

Bulan yang Penuh Berkah dan Pengampunan

Diceritakan dari Abu Hurairah dalam kitab Shahih Bukhori juz 1 halaman 283 tentang keutamaan bulan Ramadhan, yang berbunyi sebagai berikut:

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Bahwa Nabi Muhammad bersabda, barang siapa yang menunaikan sholat di malam lailatul qadar dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, maka Akan diampuni dosa-dosa yang terdahulu. Dan barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosa yang terdahulu”. (HR. Bukhori).

Dalam redaksi kitab yang lain, diterangkan tentang diturunkannya rahmat pada bula Ramadhan dalam kitab al Ithafu Ahlu al Islam bi Khususiyyati as Syiam karangan Imam Ibnu Hajar al Haitami al Makki  halaman 46 dan 51, yang berbunyi sebagai berikut:

🤔  Tarim Kota Santri dan Kota Wali di Yaman (Bagian II)

وأخرج الطبراني وابن النجار عن عبادة بن الصامت : أتاكم شهر رمضان شهر بركة فيه خير ، ينزل الله فيه الرحمة ، و يحط فيه الخطايا، ويستجيب فيه الدعاء ، ويباهي بكم الملائكة ، فأدوا من أنفسكم خيرا فإن الشقي من حرم فيه رحمة الله عز وجل

Artinya: “Datang kepada kalian bulan Ramadhan sebuah bulan yang penuh keberkahan yang di dalam terdapat kebaikan, Allah telah menurunkan di bulan ini kerahmatan, menghapus beberapa kesalahan, terkabulnya sebuah doa, memamerkan dirimu sekalian kepada malaikat, maka lakukanlah kebaikan dari dirimu sekalian, sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang terhalang dari rahmat Allah.”

وأخرج عن الديلمي عن علي: إذا دخل شهر رمضان أمر الله حملة العرش أن يكفوا عن التسبيح ويشتغفروا لأمة محمد والمؤمنين

Artinya: “Apabila datang bulan Ramadhan, maka Allah memerintah khamalatul ‘arsy untuk berhenti bertasbih dan memintakan ampunan bagi umat Nabi Muhammad dan orang-orang mukmin.”

Dilipat Gandakan Pahala Pada Bulan Ramadhan

Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda :

 عمرة في رمضان تعدل حجة 

Artinya: “Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji “ (HR. Bukhari dan Muslim ), Dalam riwayat Muslim disebutkan,“……..menyamai pahala ibadah haji bersamaku “

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata, ‘Apabila telah tiba bulan Ramadhan maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadhan dilipatgandakan bagaikan infaq di jalan Allah, dan tasbih di bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain”.

Di Bulan Ramadhan Ada Malam yang Lebih Baik dari 1000 Bulan

Seperti yang menjadi pengetahuan umum, bahwa di Bulan Ramadhan, ada malam yang lebih baik dari 1000 bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Dalam Al Qur’an menyebutkan malam ini dalam surat Al Qadr ayat 1-5 yang berbunyi:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ(١) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5).

Doa di Bulan Ramadhan Mustajabah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

Artinya: ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadis, 9/224).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (HR. At Tirmidzi no. 3598. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan)

Syaikh Abu Zakariyah Yahya bin Syaraf an Nawawi ad Dimasqi dalam kitabnya al Majmu Syarhu al Muhadzab juz 6 halaman 375, menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan kesunnahan doa itu bagi orang yang berpuasa (semua jenis puasa) dari awal puasa hingga akhir. Syaikh an Nawawi juga mengatakan dalam kitab yang sama bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdoa demi keperluan akhirat dan dunianya, dan pada perkara yang ia sukai. Beliau juga mengingatkan agar tidak lupa mendoakan kaum muslimin lainnya.

Bulan yang Mengajarkan Sabar dan Meningkatkan Ketakwaan

Puasa, khususnya di Bulan Ramadhan, mengajarkan bagaimana sabar dalam menahan makan, minum, dan hawa nafsu. Kesabaran itulah yang menuntun pada peningkatan ketakwaan dan penghambaan diri kepada Allah dan membebaskan hati dari penyakit-penyakit hati yang bisa menurunkan ketakwaan. Hal itu sesuai dengan kalam Allah dalam surat al Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. al Baqarah: 183).

Demikian adalah beberapa keutamaan Bulan Ramadhan. Semoga kita diberikan kekuatan oleh dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini dengan konsisten dan berkelanjutan, agar mendapatkan rahmat, berkah, dan pengampunan Allah. Selamat beribadah! Semoga artikel ini bermanfaat. Wallahu a’lam bi ash Shawab.


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng dan penggerak Bahtsul Masail di Tebuireng