unhasy-jagongan-senitebuireng.online-Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Unhasy akan kembali menggelar Jagongan Seni #2, pada hari Kamis (08/12/16) pukul 08.30 WIB di Kampus B Lt. 1 Universitas Hasyim Asy’ari dengan mengangkat tema “Retensi Instalasi Sastra dan Poetry Instrument”.

Kegiatan ini merupakan agenda kali kedua setelah Jagongan Seni #1 yang diselenggarakan bulan Juni lalu. Jagongan seni #2 kali ini akan menghadirkan penyair muda asal Ngoro Jombang Aditya Ardi Nugroho yang baru saja menerbitkan buku puisi Mazmur dari Timur. Selain itu, juga akan ada penampilan Poetry Instrument, berupa musikalisasi puisi dan tontonan dari hasil teks sastra.

Dosen PBSI FIP Unhasy Agus Sulton menyebut Instalasi Sastra merupakan sejenis proses kreasi untuk mewujudkan atau menampilkan teks sastra yang dipertontonkan kepada khalayak umum, sehingga isi teks sastra itu mampu ditampilkan dan bermanfaat.

“Dalam diskusi atau jagongan seni kali ini juga menyoal bagaimana proses pembuatan puisi, dan puisi itu terbentuk, proses menciptakan puisi yang puitik dan estetis. Kemudian di era sekarang apa masih relevan kalau puisi sekedar disampaikan dalam teks (buku), dan bagaimana kalau puisi yg tadinya bersemayam di buku mampu dan bisa tampil dalam sajian atau kemasan yang berbeda, misalnya dalam bentuk musik salah satunya,” ungkapnya.

Melalui instalasi sastra, lanjut Agus, diharapkan sastra mampu menumbuhkembangkan mahasiswa khususnya dan masyarakat luas pada umumnya untuk mencintai sastra sekaligus memupuk budaya literasi. Sastra sendiri sebenarnya sudah menjadi bagian hidup di masyarakat sejak dulu. Bagaimana karya leluhur masa lampau bisa dekat dengan rakyat, seperti saat acara-acara ritual dan slametan, sastra turut punya andil sebagai pelipur dan suguhan nilai-nilai pekerti. “Salah satu tradisi kuna, yakni saat kelahiran bayi. Warga di perkampungan, baik tetangga atau saudara dekat melakukan prosesi syukuran dengan cara melekan jabang bayi disertai pembacaan Serat Lukayanti dan Serat Anbiya’ kemudian ditembangkan diikuti oleh peserta lainnya,” tutur pria yang saat ini getol mempelajari epigrafi dan tekstologi Jawa kuno.

Retensi instalasi sastra ini akan membincang juga peran puisi-musik. Selain itu, juga akan dimeriahkan penampilan Poetry Instrument, berupa pembacaan puisi yang diiringi instrument atau susunan bunyi dan suara dari alat musik atau sebaliknya, yang bisa dilakukan secara bersamaan maupun bergantian. Poetry Instrument ditampilkan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FIP Unhasy, S’ketika Music Community Ngoro, dan Teater Mbureng Unhasy.


Pewarta:Robiah

Publisher:M. Ali Ridho

  Abraham Samad: Pendidikan Indonesia Masih Utamakan Nilai Kognitif