sumber gambar: kompasiana.com

oleh: Q. Adawiyah*

Pengandaian perubahan yang terjadi
dari sekian lamban tak lagi mengenal kata kembali

kembali memberi
kembali  mengurangi
kembali menambahi

kembali memberantas teka-teki yang tak teratasi
khayal-khayal bayang tersenyum

cipta andai terlalu sejuk berayun
tiada lagi gelap terganti terang
tiada lagi lorong penuh kerikil melompat jauh
terganti tatanan terjaga tanpa renta

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

tiada lagi para mahasiswa bertolak perg
hindari tekanan tak dihargai
terganti kembali cipta  mendekati, memberi
hingga kembali saling kolaborasi

penghuni pulau para pembuta aksara
yang selalu manuruh harap segera diberi
yang layak dan setara seperti kota yang tiada gelap
menjulang mimpi mengukir kata
untuk para calon pemimpin bangsa yang buta aksara

sementara jejak pemuda sulit diikuti
untuk perubahan pulau ini
tutup telinga, tak melihat segudang prestasi
yang dicapai untuk dijadikan tangan kanan
pengukir cipta impian mereka para pemungut kebiadaban
terlalu kuat tak memperdulikan kesejahteraan

janji-janji ditagih harap dipertanggungjawabkan,
hanya jawab penuh kemenangan
kala itu hanya pemanis saja.”
marilah para pemuda, kembali jangan berdiam di tanah rantau terlalu lama

jika usahamu sudah usai memetik apa yang kau angankan
mari berikan apa yang telah didapatkan
semua cipta harap pada kalian.

*Santri Tebuireng, asal Sumenep Madura.

SebelumnyaMemahami Amalan Yasin Fadilah
BerikutnyaSosok Gus Sholah di Mata Najwa Shihab