Sumber foto (seminar literasi di Tebuireng, bersama Najwa Shihab)

Kamis (03/02/2022) Pesantren Tebuireng Memperingati Haul ke-2 KH. Salahuddin Wahid, acara ini dilaksanakan secara offline di Pesantren Tebuireng dan online melalui via zoom dan Youtube.

Haul tersebut dihadiri oleh banyak tokoh-tokoh terkenal.  Mulai dari gubernur Jawa Timur, bupati Jombang, Hotman Paris, Ridwan Kamil, Gus Miftah, hingga mba Nana atau Najwa Shihab juga turut hadir dan memberikan testimoni tentang Gus Sholah.

Mba Nana memberikan testimoni tentang Gus Sholah melalui online. Dalam testimoni tersebut beliau menyampaikan “Dari Gus Sholah kita bisa belajar banyak hal. Pertama, kita belajar betapa perbedaan itu normal dan bukan alasan untuk memutus persaudaraan.” Pungkasnya.

Presenter terkenal di berbagai media sosial tersebut juga memberikan contoh terkait perbedaan yang diajarkan oleh Gus Sholah.

“Berkali-berkali berpolemik di media masa mengenai berbagai hal. Mulai dari posisi ayahanda mereka KH. Abdul Wahid Hasyim, hubungan antara negara dan agama, budaya politik Nahdlatul Ulama, hingga keduanya juga mendirikan partai yang berbeda. Tetapi polemik dan perbedaan pendapat itu tidak pernah merusak hubungan persaudaraan.”

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Wanita yang sering kali mewawancarai banyak politisi tersebut juga mengungkapkan, “Gus Sholah adalah teladan bagj demokrasi. kita dapat belajar bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan hal yang biasa dalam demokrasi. Gus Sholah pernah maju dua kali dalam pemilihan. Pada tahun 2004, maju sebagai wakil presiden, dan pada tahun 2015, maju sebagai ketua umum PBNU. Dan dalam dua pemilihan tersebut kita tahu bahwa Gus Sholah tidak terpilih. Akan tetapi tidak ada kemarahan yang berlebihan atau amuk yang tidak masuk akal dari Gus Sholah.” Tegas beliau dalam saat memberikan testimoni.

Terakhir, wanita yang pernah dinobatkan sebagai duta baca Indonesia itu menyampaikan, “Dari Gus Sholah, kita bisa belajar kapan saatnya berhenti, untuk pulang ke habitat asli setelah menempuh lika-liku perjalanan hidup.”

Beliau sempat memaparkan berbagai karier yang pernah Gus Sholah tempuh dan akhirnya kembali ke Jombang, mengasuh Pesantren Tebuireng, rumah asli Gus Sholah. Al-Fatihah untuk Gus Sholah…

SebelumnyaYang Mengemban Harapan
BerikutnyaSampai Detik Ini, Api Tebuireng Masih Menyala