Oleh : Almara Sukma Prasintia*

Menghafal al-Quran merupakan ciri khas umat muslim di seluruh penjuru dunia. Jumlah penghafal al-Quran di dunia ini terbilang cukup banyak. Banyak penghafal al-Quran yang berhenti di tengah perjalanan karena munculnya keraguan, bahkan ada juga yang baru memulai langsung berhenti karena munculnya godaan-godaan, baik godaan dari dirinya sendiri atau godaan dari luar. Seorang penghafal al-Quran harus mengetahui godaan-godaan penghafal al-Quran supaya mereka bisa sempurna menghafalkan al-Quran.

Berikut ini 5 godaan bagi penghafal Al-Quran dan solusinya:

Tidak Sadar Pentingnya Al-Quran

Ada di antara mereka yang tidak hafal al-Quran karena memang tidak tahu apa pentingnya dan apa gunanya menghafalkan al-Quran, sehingga jangankan tertarik untuk menghafalkannya, terbayang pun tidak.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Kemungkinan lainnya mengapa seseorang tidak hafal al-Quran adalah bahwa mereka memang tahu dan sadar betul pentingnya menghafal al-Quran, punya keinginan dan semangat untuk dapat menghafalkannya, bahkan sudah mencoba berusaha, faktanya ia tetap tidak bisa hafal karena adanya faktor penghalang. Mereka menyerah dan tidak mau terus berusaha untuk menyingkirkan segala yang menghalanginya, akhirnya mereka benar-benar tidak bisa hafal.

Sebaliknya, mereka yang berhasil menghafal al-Quran adalah orang-orang yang memang sebelumnya tahu sekaligus sadar menghafal al-Quran itu merupakan sesuatu yang sangat penting. Mereka tidak mau menunda-nundanya, apalagi melewatkannya begitu saja. Apabila mereka menemukan banyak kesulitan dalam menempuh jalannya, menemukan banyak halangan dan rintangan, mereka tetap istiqamah, sabar, dan fokus pada tujuan yang ingin dicapainya.

Takut Hafalannya Terlupakan

Rasa takut ini sebenarnya didasari dengan adanya keterangan dari sebagian ulama bahwa lupa hafalan al-Quran merupakan salah satu di antara dosa-dosa besar (al-kaba’ir).

Ketika rasa takut menimpa seseorang yang belum menghafal al-Quran, jika ia menimpa orang yang hatinya lemah, rasa takut itu bisa mempengaruhi niatnya untuk menghafal al-Quran, membuatnya ragu, bahkan membuatnya tidak jadi menghafal. Jika rasa takut tersebut menimpa seseorang yang masih dalam proses menghafal dan belum sempat menyelesaikan hafalannya, Ia membuat seorang penghafal ragu untuk melanjutkan hafalannya sehingga memilih untuk menjaga hafalan yang sudah didapat, walaupun hanya sedikit, dan tidak mau melanjutkan hafalannya karena takut apa yang akan dihafalkannya itu nantinya tidak mampu ia jaga.

Solusi agar tidak terpengaruh rasa takut tersebut adalah ubahlah yang negatif menjadi positif. Caranya, kuatkan hati yang tadinya lemah. Sebab karena hati yang lemah itulah akhirnya sesuatu yang sebenarnya positif bisa menjadi negatif. Hati yang kuat adalah hati yang mampu menyingkirkan hal-hal yang negatif sekaligus mampu menghadirkan sisi positif dari setiap sesuatu. Jadi, perbaiki dulu hati, banyak-banyaklah merenungkan hal-hal yang positif.

Takut Tidak Bisa Mengamalkan

Memang, hal lain yang seringkali menjadi penghambat seseorang dalam menghafal al-Quran adalah adanya rasa takut jika apa yang dihafalkannya nanti tidak dapat diamalkan. Dengan adanya rasa takut itulah kemudian tidak sedikit orang yang ragu bahkan enggan menghafal Al-Quran karena mereka menganggap bahwa tanggung jawabnya sangat berat, sehingga jika memang tidak siap memikulnya maka menurut mereka lebih baik tidak usah menghafalkannya.

Solusi bagi siapapun yang ingin menghafal al-Quran namun masih diliputi rasa takut tidak bisa mengamalkan apa yang dihafalkan, maka perlu ingat-ingat kembali bahwa mengamalkan al-Quran itu bukan hanya kewajiban bagi yang hafal al-Quran saja. Jangan kira bahwa jika orang tidak menghafal al-Quran maka orang tersebut tidak dibebani kewajiban mengamalkannya. Sama sekali tidak. Wajibnya mengamalkan al-Qur’an berlaku bagi siapapun yang ingin bahagia, ingin selamat di dunia dan akhirat, bukan hanya untuk penghafal al-Quran saja, tetapi juga berlaku untuk siapapun yang mengaku beriman kepada-Nya.

Takut Miskin

Percaya atau tidak, memang ada orang yang tidak mau menghafal al-Qur’an dengan alasan takut miskin. Di antara mereka bahkan ada yang dengan terang-terangan mengatakan bahwa hafal al-Quran hanya akan membuat orang malas bekerja, karena saking sibuknya mengurusi hafalan.

Solusi untuk orang yang punya keinginan menghafal al-Quran namun masih diliputi keraguan, merasa khawatir dengan kehidupan dunia, takut miskin dan kurang harta, maka yakinlah bahwa al-Quran yang dihafalkan itu mampu mempersembahkan kebahagiaan untuk penghafal di akhirat nanti, kebahagiaan yang sama sekali tidak bisa dibeli dengan dunia dan seisinya.

Kemudian renungkanlah, jika kebahagiaan akhirat saja mampu dipersembahkannya untuk penghafal, maka tentu ia lebih mampu lagi mempersembahkan kebahagiaan untuk kehidupan dunia penghafal, karena betapapun banyaknya nikmat dunia, ia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan nikmat-nikmat di akhirat nanti.

Sudah Terlanjur Tua

Meskipun menghafal al-Quran merupakan sesuatu yang penting, sekaligus merupakan amalan yang memiliki banyak keutamaan dan kesitimewaan. Tetapi pada kenyataannya memang tidak semua umat Islam sadar bahwa ia benar-benar penting, juga tidak semua mereka mengetahui berbagai keistimewaan dan keutamaannya. Tidak jarang pula kesadaran dan pengetahuan tersebut baru mereka peroleh tatkala usia mereka sudah tua. Sehingga ketika mereka punya keinginan untuk memperoleh kutamaan dan keistimewaan tersebut dengan menghafalkannya, maka saat itulah biasanya muncul rasa ragu, apakah masih bisa menghafal sementara usia sudah tua? Apakah masih bisa menghafal al-Qur’an sementara daya ingat sudah tidak seperti dulu saat masih muda?

Jadi, faktor yang paling utama dalam hal ini adalah tekad dan kesungguhan. Berhasil atau tidaknya menghafal Al-Quran di usia senja sebenarnya tidak perlu dijadikan fokus tujuan. Yang penting adalah ketika kita tetap istiqamah menghafal al-Quran, istiqamah mengisi masa-masa senja kita dengan al-Quran, agar benar-benar mendapatkan husnul khatimah. Tetapi jika Allah mengizinkan kita untuk menyelesaikan hafalan al-Quran tersebut, maka itu adalah anugerah yang luar biasa.

Sekian 5 godaan bagi penghafal Al-Qur’an dan solusinya. Semoga Allah mempermudah jalan kita, dan kita bisa menyelesaikan hafalan dengan sempurna.


Referensi: 60 Godaan Penghafal Al-Qur’an dan Solusi Mengatasinya karya Cece Abdulwaly


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaLPPD Jatim Bahas Keberadaan Mahad Aly, Bagaimana Peran Sebenarnya?
BerikutnyaPerjalanan Spiritual Rukhin Menemukan Guru Gus Baha’