Tebuireng.online- Direktur Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang, Hj. Nur Laili Rahmah, M.Pd, menegaskan bahwa proses pembelajaran pada semester genap tahun akademik (TA) 2020/2021 yang dimulai bulan Januari 2021 tetap dilakukan secara daring (dalam jaringan). Keputusan tersebut diputuskan setelah menimbang berdasarkan hasil rapat Pimpinan Madrasah bersama Pengurus Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang pada hari Kamis 31 Desember 2020 dan Surat Edaran Kementrian Agama Kabupaten Jombang Nomor B.2533/Kk.13.12.2/PP.00/12/2020, perihal Pembelajaran Tatap Muka RA/ Madrasah Semester Genap Tapel 2020-2021.

Tertanda tangan Direktur Yayasan dan Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak, dalam surat edaran Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang dengan Nomor: 083/B2.Dir/YKH/XII/2020 tentang Pembelajaran Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021, maka diberitahukan bahwa: Awal semester Genap tahun pelajaran 2020-2021 dimulai pada tanggal 04 Januari 202, Pembelajaran dilaksanakan secara daring (online), Pembukaan kembali Pondok dan Madrasah, serta pelaksanaan pembelajaran melalui tatap muka akan diinformasikan kemudian dengan mempertimbangkan surat edaran pemerintah dan keadaan Pandemi Covid-19.

Dengan berbagai pertimbangan untuk keamanan, maka Madrasah Seblak tetap menjalankan pemebelajaran secara daring. Sebab, Jawa Timur masih masuk kategori yang diwaspadai Pandemi Covid-19, Jombang masih masuk dalam zona merah.

Hal ini yang digunakan sebagai ajang pertimbangan untuk tetap melanjutkan sekolah daring. Pertimbangan tersebut utamanya mempertimbangkan keselamatan pendidik dan peserta didik. Penyebaran covid-19 masih belum bisa untuk diprediksi, hal ini membuat pilihan tersebut diambil, meski kebijakan tersebut sudah berjalan satu semester yang lalu.

“Meski daring, ada pengecualian untuk peserta didik yang sedang duduk bangku sekolah akhir. Ada bimbingan secara tatap muka, namun kegiatan tersebut harus dengan protokol kesehatan dan pengawasan yang ketat, di samping mendapat izin dari pengasuh bagi peserta didik yang tinggal di asrama. Terjadinya pandemi covid-19 sangat berdampak di bidang pendidikan khususnya. Karena itu, perlu perhatian khusus agar potensi gangguan psikologis bisa diminimalisir,” keterangan salah satu pengajar.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menanggapi hal tersebut, lembaga melakukan antisipasi kualitas yang dihasilkan tetap terjaga meski pembelajaran dilakukan secara daring. Para dewan guru juga menyiapkan materi yang bisa diakses ulang oleh peserta didik untuk pendalaman.

Berbagai sarana mulai dari Google Classroom, Group Whatsapp, GoogleForm, Zoom, Zello, Google Meet, Youtube dan sarana teknologi lainnya dipakai untuk mendukung pembelajaran yang disebut asinkron daring, yaitu metode yang memungkinkan peserta didik melakukan pembelajaran selain di waktu yang sudah ditetapkan. Metode ini bertujuan menjaga kualitas pendidikan yang diselenggarakan. Sehingga proses pembelajaran daring yang terdapat di Madrasah Seblak dapat berjalan dengan baik.


Pewarta: Qona’atun Putri Rahayu

SebelumnyaModerasi Beragama dan Indonesia Rukun
BerikutnyaPenggagas Media Seblak, Gerakkan Santri sebagai Kontributor Utama