Beberapa santri diundang sebagai kontributor media Pondok Seblak.

Tebuireng.online– Penggagas website seblak.online, salah satunya Gus Fardan Hamdani adakan pertemuan bersama beberapa santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak Jombang di mushalla Ndalem Kasepuhan pesantren.

Salah satu agenda pertemuan adalah mengajak santri menjadi kontributor media yang sedang dibangun, Selasa (05/01/2021).

Selain itu, pertemuan tersebut membahas progres website pesantren. Selama ini website Yayasan Khoiriyah Hasyim dinilai belum maksimal.

Hal tersebut dianggap membutuhkan perawatan dari sebuah tim yang solid. Untuk itu para penggegas website seblak.online mengajak santri untuk ikut berpartisipasi dan berproses di dunia literasi ini.

Pengasuh Yayasan Khairiyah Hasyim sangat mendukung adanya wadah literasi yang diberi nama Malikhas (Ma’shum Ali Khoiriyah Hasyim) yang dibentuk pada tanggal 5 September 2020 itu.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Atas persetujuan beberapa pengasuh, nama ini diperoleh oleh Kiai Mustaqim yang merupakan salah satu guru sesepuh di Pondok Seblak.

Didirikannya Malikhas adalah sebagai wadah santri yang ingin mengembangkan penulisannya dalam bidang literasi digital.

“Pengasuh mensupport wadah tersebut, bahkan Gus Hasyim akan menyumbang beberapa tulisannya ke website seblak.online,” ungkap Wakil Pengasuh Lokal Utara 1, Gus Fardan Hamdani, yang juga menjadi penanggung jawab Media Malikhas.

Salah satu platform yang akan difokuskan dalam Media Malikhas adalah website, dan beberapa media sosial lainnya seperti instagram, facebook, youtube, dan twitter sebagai penunjang kelancaran tracking konten.

Gus Fardan mengaku akan mengikutsertakan santri sebagai redaktur dalam mengisi konten-konten yang akan dipublish di website seblak.online setelah difilter oleh editor Malikhas.

“Dari hasil rapat kemarin, tidak akan mengambil jurnalis dari guru, tapi kami akan mengambil dari beberapa santri sebagai pengisi konten,” tuturnya.

Adapun 8 santri terpilih menjadi kontributor Malikhas, diantaranya: Farhan, Najib, Bagus, Sella, Putri, Aisyah, Hilyatun Nuha, dan Ariful Amin.

Ustadz Fery dan Ustadz Budi sebagai pembina Malikhas mewajibkan kontributor tersebut mengupdate berita sesuai dengan lingkup yang telah dibagikan.

Semua kegiatan dan aktivitas santri dianjurkan untuk dibuat berita. Berita yang masuk akan difilter oleh editor Malikhas.

“Sebaiknya sebelum upload, maka bisa difilter terlebih dahulu, mengaca dari tebuireng.online,” ungkap salah satu editor Malikhas.

Gus Fardan sangat antusias dalam menggagas Malikhas ini, harapannya terhadap media baru Pondok Seblak, bisa menjadi wadah santri untuk mengembangkan dunia literasi.

Beberapa hari yang lalu, Gus Fardan sowan ke Gus Kikin membahas tentang pondok, dari obrolan tersebut terdapat garis bawah terkait website Seblak, hal itu sebagai salah satu sentilan yang positif untuk perkembangan website Seblak.

“Saya siap akan berkontribusi full, bagaimanapun caranya website ini bisa jalan,” tegas Gus Fardan.

Secara bertahap, Malikhas ini akan difasilitasi jika memang bisa berjalan dengan lancar. Sementara ini, mengoptimalkan platform website yayasan di www.seblak.online dan direncanakan berkembang merambah platform digital lainnya.

“Kita niatkan istikamah, belajar, dan mengabdi di Pondok Seblak,” tutupnya.

Pewarta: Qona’atun Putri Rahayu

SebelumnyaWaspada, Madrasah Seblak Tetap Terapkan Sekolah Daring
BerikutnyaShuhaib Ar-Rumi, Perjalanan Hidup dan Cinta Rasulullah