Wakil Mudir Ma’had Aly Tebuireng: Sanad Bukan Sekadar Ijazah, Tapi Jalan Taqarrub kepada Allah

53
Dr. Hamsa Fauriz saat menyampaikan sambutan di acara rihlah ilmiah dan sambung sanad di Ponpes Darul Hikmah Mojokerto. Foto: Fatih

Tebuireng.online- ​Mojokerto – Wakil Mudir Bidang Kemahasantrian Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Dr. M. Hamsa Fauriz, menekankan pentingnya menjaga tradisi sanad di era modern. Menurutnya, sanad keilmuan harus menjadi wasilah bagi mahasantri untuk semakin mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT.

​Pesan tersebut disampaikan Dr. Hamsa saat membuka kegiatan Rihlah Ilmiah dan Sambung Sanad Keilmuan di Pondok Pesantren Darul Hikmah, Mojosari, Mojokerto, Rabu (7/1/2026).

​Dalam sambutannya, Dr. Hamsa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengasuh Pesantren Darul Hikmah, KH Ali Mas’adi, yang telah berkenan membagikan sanad keilmuan mulia kepada para mahasantri angkatan Syalmahat.

​”Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak Pondok Pesantren Darul Hikmah, wabil khusus KH Ali Mas’adi yang akan memberikan sanad keilmuan yang mulia ini,” ujar Dr. Hamsa.

​Ia menegaskan bahwa tradisi sanad adalah fondasi utama dalam khazanah keilmuan Islam. Seorang mahasantri, lanjutnya, wajib menuntut ilmu kepada guru yang memiliki silsilah keilmuan yang jelas dan tidak terputus.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

​”Tradisi sanad merupakan hal yang sangat penting. Mahasantri idealnya menuntut ilmu kepada guru yang memiliki sanad keilmuan jelas dan bersambung hingga kepada Rasulullah SAW,” tegasnya.

​Dr. Hamsa berharap Rihlah Ilmiah ini tidak hanya sekadar formalitas akademik, tetapi mampu mengubah karakter dan spiritualitas mahasantri. Ia ingin agar ilmu yang diperoleh berbanding lurus dengan peningkatan adab dan ketakwaan.
​”Semoga mahasantri dapat terus meningkatkan kualitas keilmuannya, sehingga terbentuk pribadi yang berilmu, beradab, serta memiliki jiwa taqarrub ilā Allāh,” tuturnya.

​Melalui ilmu yang dipelajari dan diamalkan, mahasantri diharapkan menjadi sosok yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Usai sambutan tersebut, acara dilanjutkan dengan taujihat (arahan) dari KH Ali Mas’adi dan prosesi inti yakni pengijazahan Hadis Musalsal bil Awwaliyah. Para mahasantri tampak khidmat mengikuti rangkaian acara sebagai bentuk kesungguhan dalam menjaga tradisi intelektual pesantren.


Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan