Ilustrasi: PMII dan NU menjaga NKRI

Tebuireng.online- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Drs. M. Subaidi Muchtar, M.Si., mengungkapkan bahwa sudah waktunya warga Nahdliyin menyongsong kejayaan Indonesia. Hal itu diungkapkan dalam pembukaan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) Kota Santri, yang diadakan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC-PMII) Jombang, Sabtu (25/03/17) di Aula Bung Tomo Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang.

Menurutnya, mengapa kejayaan komunitas Nahdliyin di Indonesia tidak terjadi ketika KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden RI, karena Gus Dur bukan orang yang mempertahankan jabatan presiden mati-matian. “Ketika ada orang yang mau mengambilnya, ya Gus Dur berikan,” ujarnya.

Tidak lain, apa yang disampaikan Alumnus PMII Jombang itu, dinukil dari statemen Nur Cholis Majid yang merupakan tokoh cendekiawan muslim dan filsuf Indonesia. Menurutnya, Cak Nur meramalkan bahwa saat Gus Dur menjadi Presiden RI, NU belum waktunya menjadi penentu arus yang kuat dan dominan. Namun, dalam jangka 25 tahun ke depan NU dan kekuatan NU akan menjadi tonggak untuk mengarahkan kekuatan bangsa ini. “Hari ini sesuai dengan ramalan Cak Nur bahwa hari ini kita sudah berada di ambang subtansi menjadi penentu,” imbuhnya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh kader PMII untuk bersatu bersama-sama menyatukan kekuatan. “Hari ini ingin saya sampaikan kepada PMII untuk bersama sama memfasilitasi kekuatan itu yang ada di PMII, menyiapkan diri sebagai kaum intelektual dan pengambil keputusan adalah sesuatu yang penting,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa NU jangan lagi menjadi arus pinggir, namun menjadi gelombang, arus utama dan kekuatan bangsa. Selain itu, hal yang perlu diwaspadai menurutnya adalah isu-isu pemecah belah yang hilir mudik di negeri ini.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta:     Rif’atuz Zuhro

Editor:        Munawara

Publisher:    M. Abror Rosyidin

SebelumnyaBelajar Ekonomi kepada Nabi Yusuf
BerikutnyaPKL PC PMII Kota Santri, Mujtahid untuk NKRI