Ilustrasi gambar: www.google.com

Oleh: Dimas Setyawan*

Senjaku yang manis

Hai…

Aku ingin bercerita

tentangmu,

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Tentang kecantikan mu yang tiada tara

yang mempesona siapa saja

 

Senjaku yang manis

Sesekali aku berjalan

di bawah keelokan warnamu

Menelusuri jengkal demi jengkal cantikmu, memandang takjub pesonamu

 

tak kunjung jua

hilang, rasa kagumku padamu

 

Senjaku yang manis

Berjalan di bawah naungmu

membawaku bertemu sepasang kekasih

Mereka sedang memandu kasih

 

Itu

Bapak dan anak,

menuju masjid guna bersembahyang

Bertatap wajah dengan pemuda

Bersama kopi di gengaman tangan

 

Senjaku yang manis

Perjalanan ini terus berlanjut

Sampai pada titik

Dimana aku berjumpa anak-anak

yang tak menahu arah pulang

bila azan maghrib berkumandang

 

Menemukan penjuang jalanan dengan keringat bercucuran

menghadapi mancetnya jalanan, pagi dan petang menjelang

Sehingga aku merasa iba takala memandang

 

Senjaku yang cantik

Pesonamu elok nan indah

mengumpulkan mereka yang menari-nari akan kerasnya kehidupan

Memikul tanggung jawab sedemikian hebat, bergemuruh dan menekan

 

Senjaku yang manis

Paras tak abadi

tapi timbulkan senyum tiada hari

 

Senjaku

Genggamlah tubuhku

peluklah jasadku

bawalah ragaku

berdua, bersamamu

 

Bersama keindahan orang-orang

Yang memandangmu

Padamu senjaku yang manis

Aku kisahkan semua ini

 

*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.

SebelumnyaWacana Kesetaraan Gender Melalui Konten Kreatif
BerikutnyaPeran Kiai Pesantren dalam Menyambut Bonus Demografi