Urus Jemaah Haji, Menag Lukman Hakim Pilih Tidur di Daker daripada di Hotel

347
Menag Lukman Hakim merapikan bajunya di atas tempat tidurnya di Daker Haji

Tebuireng.online— Madinah- Selama mendampingi jemaah haji Indonesia menjalankan ibadah haji di Tanah suci, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin tidak pernah tinggal di hotel. Ia lebih memilih untuk tinggal di Kantor Daerah Kerja (Daker), bersama dengan petugas haji lainnya.  Baginya tinggal di Daker rasanya lebih nyaman, baik di Makkah maupun Madinah, karena ia bisa dengan mudah berkomunikasi dengan teman-teman, sekaligus berkoordinasi.

Kamar yang ditempati Menag berukuran 3×3 meter dengan satu tempat tidur, dan lemari. Tampak koper Menag, Lukman Hakim Saifuddin tergeletak pada salah satu sudut kamar, dan itu sama dengan koper yang digunakan petugas haji lainnya. Menag pun sarapan, makan siang, dan makan malam di kantin Daker bersama petugas lainnya.

“Mindset harus diubah, bukan petugas yang tinggal di tempat yang bagus tetapi jemaah haji yang harus tinggal di hotel yang bagus dan nyaman. Karena itulah prinsip melayani,” ujar Menag  seperti yang dilansir kemenag.go.id.

Pria kelahiran Jakarta 55 tahun lalu ini, tidak didampingi oleh istrinya Trisna Willy ketika berada di Arab Saudi. Karena baginya bukan suatu masalah berada di Arab Saudi tanpa didampingi oleh sang istri. “Saya enggak masalah karena saya terbiasa melayani sendiri. Saya mengepak baju sendiri. Saya menerapkan kesetaraan dengan istri. Sejak saya belum menikah tidak biasa dilayani. Cuma yang saya rasakan saat ini rindu tak tertahankan,” ungkap Menag yang sudah berada di Arab Saudi sejak 20 Agustus itu.

“Sejak saya menjadi menteri, saya melarang istri pejabat, menggunakan kuota haji jemaah untuk berhaji. Kuota haji itu untuk jemaah yang sudah bertahun-tahun menunggu untuk diberangkatkan ke Tanah Suci. Tidak adil bila ada yang menggunakan kuota haji yang bukan haknya,” tegasnya.

  Menag: Kebebasan Pers Harus Tetap Hormati Keyakinan Umat Beragama

Menag, Lukman Hakim Saifuddin memberikan tips jitu agar tubuh tetap bugar di tengah kesibukan, yang diwarisinya dari orangtua. “Masalah jangan dibawa tidur. Jangan sampai masalah membebani pikiran kita. Alhamdulillah saya bisa tidur nyenyak, makan teratur, istirahat teratur sehingga bisa tetap beraktivitas,” pungkasnya.


Pewarta:            Fitrianti Mariam Hakim

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

Sumber:             kemanag.go.id