Antrian saat pendaftaran ulang para peserta KMNR di Unhasy Tebuireng
Antrian saat pendaftaran ulang para peserta KMNR di Unhasy Tebuireng

tebuireng.online– Babak semifinal Kompetisi Matematika Nalaria Realistik( KMNR) Se- Indonesia ke-11 bagi siswa dan guru dilaksanakan di kampus Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng Jombang (31/01/2016). Kegiatan ini diselenggarakan oleh KPM (Klinik Pendidikan MIPA) di empat universitas untuk peserta regional Jawa Timur. Keempat Universitas tersebut adalah Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Jember (Unej) dan Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy).

Adapun peserta untuk tingkat regional Jombang meliputi unit pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng dan sekolah-sekolah di beberapa kabupaten di Jawa Timur, seperti Ponorogo, TulungAgung, Kediri, Ngawi, Magetan, Nganjuk dan Jombang. Kegiatan yang diikuti oleh 3225 peserta ini adalah para siswa/siswi dari jenjang SD, SLTP, SLTA dan Guru. Uniknya, biaya pendaftaran dalam kegiatan ini menggunakan sisitem Metode “seikhlasnya”. Hal ini bukan berarti gratis. Akan tetapi, para peserta dipersilahkan memasukkan sejumlah uang kedalam keropak (kotak) yang disediakan panitia pada saat daftar ulang.

“Para peserta yang lolos dalam babak ini, akan berkompetisi lagi di Bogor Jawa Barat tingkat nasional pada bulan April mendatang,” jelas Agus, salah satu panitia. “Peserta yang ikut dalam babak ini sudah melewati dua kali kompetisi, yakni seleksi di sekolahannya masing – masing dan babak penyisihan di kotanya,” tambah mahasisiwa Unhasy semester VI ini.

Peserta sedang sibuk mengutak atik rumus Matematika dalam KMNR
Peserta sedang sibuk mengutak atik rumus Matematika dalam KMNR

Dalam kegiatan ini banyak para wali murid yang mendampingi putra–putrinya dalam berkompetisi. “Saya senang mbak, anak saya bisa ikut ini. Setidaknya buat pengalaman si anak,” tutur Ibu Agus, wali murid dari Auzan alfiyan. “Harapan saya untuk anak saya, ya apa  yang terbaik buat dia saja dan yang dibutuhkan olehnya, bukan yang diminta dirinya,” tambah wali murid kelas 4 SD dari Tulung Agung ini.

Ignata dan Ihdina, dua siswi kelas 2 MI Cendono Kediri menuturkan, bahwa meraka senang bisa mengikuti lomba ini. Gadis yang bercita – cita ingin menjadi guru ini berharap bisa lolos dari babak ini. “rasanya senag bisa ikut lomba ini, karena kampusnya gede” tuturnya dengan gaya khas anak – anak”. “soalnya agak sulit, tapi saya bisa mengerjakan dan rasanya biasa saja tidak deg – deg an”. tambahnya dengan suara yang lucu.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Ya menikmati saja, cari pengalamn dan yang terpenting berani mengerjakan,” kata salah satu peserta MA MQ Tebuireng dengan penuh percaya diri. “Semoga bisa lolos final dan bisa buat orang tua bahagia,” tambah lelaki yag masih duduk di bangku kelas X MA ini.

Dalam pelaksanaanya,  kegiatan ini diselenggarakan di dua gedung, Gedung Unhasy A untuk kelas 1,3,5 SD dan SLTP, sedangkan Gedung Unhasy B untuk kelas 2,4,6 SD, SLTA dan guru. Walaupun hujan terus turun selama penghelatan kompetisi ini, namun tidak menjadi penghalang acara ini untuk tetap diselenggarakan. (ifana/abror)

SebelumnyaSeri Tradisi Pesantren (I), Adaptasi di Pesantren: dari Privat ke Publik
BerikutnyaAlumni Pesantren Tebuireng Finalis Kompetisi Public Speaking se-ASEAN