tebuireng.online– Para tokoh agama berperan penting dalam  menjaga jati diri keindonesian. Bangsa Indonesia masih memegang kuat nilai-nilai agama di tengah-tengah pluralitas, keragaman dan kemajemukan Indonesia. Demikian disampaikan Menag Lukman Hakim Saifuddin ketika menyambut perwakilan Pendeta dan Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia Wilayah Lagoan II Minahasa, Sulawesi Utara di Operation Room Kemenag Jln. Lapangan Banteng  Barat 3-4 Jakarta, Selasa (20/01) kemarin sore.

“Agar suatu saat nanti, kita juga dapat mewariskan hal ini kepada generasi selanjutnya, sebagaimana kita juga menerima warisan ini dari pendahulu kita,” terang Menag. Menag menyampaikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat besar, majemuk dan sangat beragam. Di tengah-tengah itu semua, keunikan bangsa Indonesia adalah masih sangat memegang nilai-nilai agama dengan kuat. “Itu menjadi salah satu kekhasan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia,” ujar Menag.

Menurut  Menag, keragaman etinis, minahasa, jawa, sunda, batak, bugis dll, apapun agama yang dianut, Indonesia sangat kuat menjaga dan memegang nilai-nilai agama. Itu sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu berkat leluhur, tokoh-tokoh agama dan para pejuang Indonesia. “Oleh karenanya, generasi kita sekarang memiliki kewajiban menjaga dan memilihara hal yang sangat positif tersebut, di mana masyarakat kita tetap memegangi nilai-nilai agama,” ucap Menag.

Kepada para perwakilan Pendeta dan Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia Wilayah Lagoan II Minahasa, Menag mengatakan bahwa Kementeria Agama selalu membuka diri bisa melalui Direktorat Jenderak Bimas Kristen atau melalui Kanwil Kemenag yang berada di provinsi agar hubungan baik terus terjalin.

Dalam kesempatan tersebut, Menag  juga menyampaikan apresiasinya atas peran tokoh perwakilan Pendeta dan Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia Wilayah Lagoan II Minahasa yang terus memberikan pelayanan keagamaan kepada umat yang ikut membantu salah satu misi Kementerian Agama dalam rangka meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan bangsa sesuai dengan agama yang dianutnya baik yang secara langsung maupun yang tidak. (abror)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

activate javascript

activate javascript

SebelumnyaMenag: Masyarakat Belum Paham Tentang Thariqah
BerikutnyaMenteri Anies: Indonesia Masih Punya Banyak Stok Anak Muda Hebat