Sambutan Kepala MA Mambaul Ulum dalam agenda kunjungan ke Pesantren Tebuireng pada Senin (23/01/2017). Foto: Abror)

tebuireng.online—Sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sejumlah siswa dan guru dari MA Mambaul Ulum Margoyoso Sumberejo Lampung mengunjungi Pesantren Tebuireng pada Senin (23/01/2017). Sekolah yang dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Mambaul Ulum tersebut bermaksud mempelajari sistem pendidikan yang diterapkan oleh Pesantren Tebuireng.

Datang sekitar pukul 08.30 WIB, rombongan langsung disambut oleh pengurus Pesantren Tebuireng. Pertemuan dilaksanakan di lantai 3 Gedung KH. M. Yusuf Hasyim. Ikut dalam rombongan tersebut sekitar 89 siswa dan 22 guru, termasuk juga Ketua Yayasan Mambaul Ulum Bapak Santoso Abdurrahman dan Kepala MA Mambaul Ulum Bapak Usman Jaya.

Dari pihak Tebuireng yang turut menyambut ada Mudir Pondok, H. Lukman Hakim, B.A., Kepala Pondok Ustadz Iskandar, Wakil Kepala Pondok, Ustadz Slamet Habib, Waka Kurikulum MA Salafafiyah Syafi’iyah Tebuireng, Ustadz Roziqi, dan beberapa asatidz lainnya.

Dalam sambutannya, mewakili rombongan, Kepala MA Mambaul Ulum, Bapak Usman Jaya mengatakan bahwa kunjungan ini adalah bentuk kebanggan lembaga yang beliau pimpin terhadap Tebuireng. Beliau berharap dapat terjalin kerjasama antara Pondok Pesantren Mambaul Ulum dan Pesantren Tebuireng, khususnya di bidang pendidikan.

Salah satu bentuk kerjasama yang beliau harapkan adalah dapat diterimanya beberapa anak didik MA Mambaul Ulum yang sekarang duduk di kelas 12, nantinya dapat diterima kuliah dan nyantri di Tebuireng. Beliau juga berharap ada semacam beasiswa atau keringanan bagi siswa yang benar-benar diterima. Beliau juga menginginkan Tebuireng dapat mengirimkan sejumlah ustadz-ustadzah untuk menjadi pengajar di Pondok Pesantren Mambaul Ulum.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menjawab permohonan tersebut, Mudir Pondok H. Lukman Hakim mengarahkan agar ada dari para siswa yang mendaftar ke Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng yang gratis, kecuali biaya makan yang ditanggung sendiri. Selain itu, H. Lukman, begitu biasa disapa, menjelaskan sejarah singkat Tebuireng dari zaman perjuangan awal KH. Hasyim Asy’ari hingga era kepemimpinan KH. Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. Beliau juga merasa senang dapat bertemu dengan Pak Santoso Abdurrahman yang ternyata adalah teman seperjuangan beliau ketika nyantri di Tebuireng.

Selanjutnya, sebagai inti acara adalah pemaparan profil Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng yang dalam hal ini disampaikan oleh Ustadz Roziqi. Guru yang juga mengajar di Ma’had Aly Tebuireng tersebut memaparkan profil singkat MASS mulai dari sejarah singkat, sistem pendidikan, penjurusan, ekstrakurikuler, program unggulan, hingga prestasi siswa-siswi MASS baik di kancah regional, nasional, maupun internasional.

Usai sambutan dan penjelasan mengenai MASS, pembawa acara Ustadz Syamsul membuka sesi tanya jawab. Tiga orang dari kalangan siswa, siswi dan guru menanyakan beberapa hal tentang Tebuireng, di antaranya mengenai penggabungan materi umum dan agama atau kepesantrenan, pembelajaran organisasi, dan metode pembelajaran di pondok.

Sebelum acara diakhiri, kedua belah pihak menyerahkan cinderamata. Pihak Tebuireng menyerahkan buku profil Pesantren Tebuireng, sedangkan pihak Mambaul Ulum menyerahkan karya seni kaligrafi khas Lampung. Usai sesi foto bersama pada sekitar pukul 12.30 WIB, rombongan meninggalkan Tebuireng untuk melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.


Pewarta:    Aros

Editor:      M. Abror Rosyidin

Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaKiai Syansuri dan Schopenhauer, Mengais Keteladanan Kiai Syansuri Badawi (Bagian-8)
BerikutnyaKiai Syansuri dan Politik, Mengais Keteladanan Kiai Syansuri Badawi (Bagian-9)