Terima Kasih Tak Pernah Gugur

ilustrasi: www.google.com

Oleh: Rara Zarary*

Di rumah tua, aku tanam bunga-bunga yang lahir dari keindahan kata

seperti matahari, setiap pagi kuberi ia nyawa berupa puisi

tumbuh subur, mengakar kuat ke dalam dada yang bercahaya

aku pandangi setiap gugurnya

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

langkah-langkah tetap menyala seperti api oleh kayu kepada yang butuh hangatnya

layaknya pula laut, luas dengan tabahnya

musim-musim berganti, kisah dari satu ke lainnya mengalami ubah yang indah

kini puisi tak hanya tumbuh di halaman rumah

menyemai perjalanan panjang musafir bernama perantau

namun tentu,

ia tak akan pernah lupa pulang

sebab rumah, baginya adalah tempat paling tabah menerima

lalu hari ke hari

yang gugur dan patah mulai berganti

aku yang kehilangan sudah mulai menemukan

begitu indah hidup, sama seperti puisi-puisi yang pernah kau ajari

ia subur dalam pernafasan

membangunkan mimpiku, mematikan segala redup yang hidup

terima kasih, telah membuka mata dunia

memandu langkah dan sanggup mengajari

bagaimana mencintai yang tak pernah ada dalam hati

Tebuireng, 2019

🤔  Lebaran di Atas Rindu