13844294_1104337106323272_302459208_otebuireng.online–Alumni Universitas Hasyim Asy’ari menyelenggarakan Temu Alumni dan Seminar Nasional “Kontekstualisasi Pemikiran K.H Hasyim Asy’ari dalam Fenomena Global”, Sabtu (30/7) di Aula lt.3 Unhasy. Seminar tentang pemikiran KH. M. Hasyim Asy’ari itu menghadirkan pembicara Rektor UNHASY, Dr. Hc. Ir. KH Salahuddin Wahid, Rektor UIN Jogjakarta Prof. K.H Yudian Wahyudi, Ph.D dan Wakil Rektor III Unhasy Dr. H. Miftahur Rahim, MA. Sekitar 200-an alumni yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia ikut meramaikan acara tersebut.

Ketua alumni Unhasy Dr. Hanifuddin, M.Ag dalam sambutannya berharap alumni-alumni UNHASY  nantinya bisa dikelompokkan dalam berbagai bidang. Seperti, alumni cendikia, alumni birokrat, alumni politisi, alumni pebisnis dan lain sebagainya. Juga tak lupa alumni yang menjadi ibu-ibu rumah tangga yang berperan penting dalam kehidupan anak-anak. Pengelompokan alumni ini bertujuan agar pemberdayaan alumni UNHASY sendiri benar-benar dapat terealisasi dengan tepat.

Selanjutnya, dalam sambutannya  Dr. Hc Ir. K.H Salahuddin Wahid, mengatakan penting untuk membahas pemikiran-pemikiran  Hadratussyaikh K.H  M. Hasyim Asy’ari. Banyak orang yang mengira bahwa pemikiran Mbah Hasyim adalah pemikiran kuno, yang tidak sesuai dengan zaman seperti sekarang ini.

Namun tidak demikian menurut Gus Sholah. Menurut beliau, pemikiran-pemikiran Mbah Hasyim adalah pemikiran-pemikiran yang sangat relevan. “Hingga jika digunakan untuk menghadapi fenomena global seperti sekarang ini, pemikiran-pemikiran Mbah Hasyim masih sangatlah cocok,” tutur beliau.

Dr. H. Miftahur Rahim, MA (wakil rektor III UNHASY) juga membenarkan dawuh Gus Sholah. Beliau juga mengharap konsep-konsep pemikiran-pemikiran Mbah Hasyim ini disusun untuk kemudian dijadikan acuan yang mampu digunakan dalam menghadapi fenomena global. Karena pada hakikatnya, konteks pemikiran Mbah Hasyim tidaklah sekuno yang orang-orang katakan. Mbah Hasyim memiliki pemikiran-pemikiran cemerlang yang sampai saat ini masih relevan dalam kehidupan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Prof K.H Yudian Wahyudi, Ph.D mengajak untuk flashback kembali bagaimana pemikiran dan sentuhan Mbah Hasyim telah membentengi dari gerakan radikal dan puritan saat ini. “Kita harus berterima kasih pada Mbah Hasyim. Karena sentuhannya yang membentengi kita dan menjaga persatuan saat ini,” tuturnya.

Prof Yudian juga mengkritisi kemunduran umat Islam salah satunya karena meninggalkan dan tidak memberikan perhatian lebih pada bidang ilmiah scientific. (Kalmiski/Robiah)

SebelumnyaTemu Alumni XI Pesantren Tebuireng, Mengenang Prof. Dr. KH. Ali Musthfa Ya’qub, M.A.
BerikutnyaProf. Yudian Wahyudi: Mangkir dari Sains Penyebab Islam Mundur