
Tebuireng.online— Pesantren Tebuireng melalui Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) menggelar gala donasi sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap bencana alam yang melanda Aceh. Hingga Kamis (8/1/2026), total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp264.769.495.
Manager Program LSPT, Muhammad Rusdi, yang akrab disapa Bang Rusdi, menyampaikan bahwa program tersebut mengusung tema “Tebuireng Peduli Sumatra”. Penggalangan dana mulai dibuka tidak lama setelah terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh.
Menurutnya, program kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur, baik dari internal maupun eksternal Pesantren Tebuireng.
“Kami melibatkan banyak pihak, mulai dari santri, wali santri, guru, karyawan, dzurriyah di bawah naungan Yayasan KHM. Hasyim Asy’ari, yayasan, pesantren, hingga sekolah-sekolah di sekitar Tebuireng. Selain itu, aksi galang dana juga dilakukan oleh mahasiswa UNHASY, STAI At-Tahdzib, organisasi ekstra kampus, serta pihak lainnya,” ujar Bang Rusdi.
Baca Juga: LSPT Tebuireng Galang Dana untuk Korban Banjir-Longsor Sumatera
Meski donasi yang terkumpul telah mencapai ratusan juta rupiah, LSPT memastikan bahwa penggalangan dana masih akan terus dibuka. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat menjangkau kebutuhan para korban secara maksimal.
“Donasi akan tetap kami buka hingga kondisi di sana benar-benar membaik. Untuk tahap awal, open donasi ini direncanakan ditutup pada akhir Januari,” jelasnya.
Bang Rusdi menambahkan, aksi solidaritas ini merupakan bagian dari program pokok LSPT dalam merespons berbagai tragedi kemanusiaan, khususnya bencana alam yang menimpa masyarakat di berbagai daerah.
Baca Juga: LSPT Gandeng Mahasiswa Unhasy Gelar Konser Amal, Donasi Terkumpul Rp11 Juta
“Program Tebuireng Peduli Sumatra ini adalah bagian dari komitmen kami sebagai lembaga sosial pesantren dalam tanggap isu bencana kemanusiaan. Insyaallah, dalam waktu dekat tim kami juga akan turun langsung ke lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan yang telah terkumpul,” pungkasnya.
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary


















