
Tebuireng.online- SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng secara resmi memperkenalkan arah baru pengembangan kelembagaan dalam agenda pertemuan ta’aruf kepala madrasah dan wali kelas bersama para wali santri baru, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (04/07/2026). Langkah strategis ini diambil untuk menyelaraskan pola pendampingan akademik di awal tahun ajaran baru.
Dalam forum tersebut, Kepala SMP A. Wahid Hasyim, Anik Muflihah, S.Pd., mengumumkan transformasi visi lembaga yang kini bertumpu pada penguatan iklim riset ilmiah. Pembudayaan iklim meneliti sengaja diintegrasikan sejak jenjang sekolah menengah pertama agar para peserta didik terbiasa berpikir kritis, adaptif memecahkan masalah, dan siap menghadapi tantangan di jenjang studi lanjutan.
“Sekarang SMP A. Wahid Hasyim dengan visi baru, yaitu sekolah yang unggul berbasis riset. Mau tidak mau riset harus masuk dalam pembelajaran. Karena ada mata pelajaran riset, kami ingin mulai membentuk anak-anak menjadi ilmuwan sejak dini. Oleh karena itu, kami juga menyampaikan regulasi mengenai penggunaan laptop yang nantinya boleh dibawa ke sekolah untuk mendukung pembelajaran, tetapi tidak dibawa ke pondok,” urai Anik Muflihah, Sabtu.
Kebijakan membawa laptop ke ruang kelas menjadi terobosan baru yang membutuhkan komitmen ketat antara sekolah dan orang tua. Akomodasi fasilitas teknologi ini murni dialokasikan sebagai instrumen penunjang pembelajaran dan olah data riset siswa, dengan pembatasan ketat agar perangkat digital tersebut tidak dibawa masuk ke dalam area asrama pesantren.
Langkah adaptif ini dinilai menjawab kecemasan laten orang tua terhadap ekses negatif perkembangan zaman. Sandi Tiara, wali santri asal Semarang, menyebut proteksi moral berbasis pesantren yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi secara terukur menjadi alasan utamanya memilih Tebuireng setelah memantau aktivitas sekolah lewat Instagram.
“Perkembangan zaman sekarang cukup mengkhawatirkan, sehingga anak perlu mendapatkan pendidikan agama yang baik. Kalau hanya di rumah, tentu belum cukup dilakukan oleh orang tua saja. Anak saya juga mendapat arahan dari sekolah sebelumnya untuk memilih pondok. Setelah melihat akun Instagram Pesantren Tebuireng dan SMP A. Wahid Hasyim, saya merasa tertarik dan akhirnya memilih Tebuireng,” kata Sandi.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMP A. Wahid Hasyim mencatat total penerimaan sebanyak 284 santri baru. Seluruh peserta didik baru tersebut diproyeksikan mengikuti sistem pengajaran terpadu yang menyelaraskan kedalaman materi umum dan penguatan karakter moral kepesantrenan.
Respons positif juga diutarakan Siti Aisyah, wali santri asal Sidoarjo. Keberhasilan jajaran alumni Tebuireng di berbagai sektor publik menjadi bukti empiris baginya bahwa model pendidikan di bawah asuhan Hadratussyaikh mampu melahirkan figur yang seimbang secara intelektual dan spiritual.
“Kalau saya lihat, santri-santri KH. Hasyim Asy’ari ini banyak yang sukses. Hal itu cukup membuktikan bahwa santri juga dibekali ilmu pengetahuan yang mumpuni sehingga menjadi insan yang seimbang dunia dan akhirat,” ungkap Siti Aisyah.
Tingginya ekspektasi dan kepasrahan total dari orang tua santri diakui pihak sekolah menjadi suntikan motivasi sekaligus amanah berat yang harus ditunaikan secara maksimal oleh seluruh elemen guru.
“Alhamdulillah, kegiatan pertemuan dengan wali santri hari ini selesai dengan luar biasa. Yang paling berkesan bagi saya, ada salah satu wali santri yang benar-benar pasrah dan percaya penuh kepada lembaga kami. Doa-doa dari para wali santri itu membuat kami semakin kuat untuk membawa SMP A. Wahid Hasyim semakin maju dan berkembang,” pungkas Anik Muflihah yang menaruh harapan besar pada jargon baru sekolah: “SMP AWH Ngaji, Nyantri, Meneliti. Santri Masa Kini, Ilmuwan Masa Depan”.
Baca Juga: Buka Kelas Baru, Kepala SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng Beberkan 5 Program Unggulan Sekolah
Pewarta: Helfi
Editor: Sutan


















