Salah satu pemateri, H. Imran Rosyadi menjelaskan tentang haid, nifas, dan istihadlalh dalam perspektif fikih di depan peserta seminar Haid dan Kesehatan di Gedung Pascasarjana Unhasy pada Kamis (23/11/2017). (Foto: Nurul)

Tebuireng.online— Dalam rangka menyambut PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) Maulid Nabi Muhammad SAW, Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) IPA Fakultas Ilmu Pendidikan mengadakan acara Seminar Haid dan Kesehatan. Dengan mengangkat tema “Bekal Wanita Muslimah di Saat Haid, Nifas, dan Istihadlah” seminar itu diadakan di Gedung Pascasarjana Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng pada Kamis (23/11/2017).

Dalam seminar ini, panitia mengundang tiga narasumber, yaitu Manajer PT Avail Elok Indonesia, Maria Yuliana, Apoteker PT Avail Elok Indonesia Yogyakarta, Rahayu Widodo, S.Si., Apt., dan Praktisi Haid, Nifas, dan Istihadlah, H. Imran Rosyadi. Ketiganya menerangkan haid dari perspektif kepakaran masing-masing.

Dalam Seminar Haid dan Kesehatan hasil kerja sama HMP IPA Unhasy dengan pihak PT Avail Elok Indonesia, H. Imron Rosyadi menjelaskan tentang hukum haid, nifas, dan istihadlah dalam perspektif fikih. Pakar Kitab Kuning itu mengatakan, banyak perempuan muslimah yang menganggap darah setelah lewat 15 hari adalah darah istihadlah.

Padahal, menurutnya, hal itu masih butuh perincian lagi dengan dipengaruhi oleh pembagian apakah perempuan pertama kali mengeluarkan darah atau sudah beberapa kali mengalami haid, warna darah, jumlah hari terputusnya, serta pengetahuan dan pengalaman setiap perempuan.

Sementara itu, Rahayu Widodo menjelaskan tentang tips-tips menjaga keteraturan dan kelancaran dalam haid. Di antara tips-tips itu, yaitu menjaga pola makan, menteraturkan pola hidup, menghindari konsumsi MSG berlebihan, tidak boleh terlalu stres, dan pembalut yang dipakai juga mempengaruhi kelancaran haidnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Manajer PT Avoil Elok Indonesia, Maria Yuliana menjelaskan tentang beberapa hal mengenai reproduksi dan segala bentuk penyakit yang dapat menyerang organ reroduksi, seperti keputihan, haid tidak teratur, nyeri saat Haid, kispa, miom dan beberapa hal lainnya tentang reproduksi.

Dalam acara itu, sebanyak kurang lebih 210 peserta yang hadir, baik dari kalangan mahasiswa, maupun umum. Salah satu peserta, Henny Mulathifah mengaku sangat terbantu dengan adanya seminar ini. Ia yang sehari-harinya menjadi pembina di Pondok Putri Pesantren Tebuireng ini merasa punya amunisi baru untuk menjawab pertanyaan anak-anak didiknya terkait haid, nifas, dan istiadlah.

“Iya manfaat lah ya. Saya memang sengaja ikut, untuk menambah pengetahuan. Lah yang laki-laki aja ada yang ikut loh sekitar 10 orang. Bagi saya masalah haid itu juga harus dipahami kaum adam. Suami harus paham, karena kalau istrinya salah, dia juga dapat dosanya,” ungkap wanita yang juga seorang perias kecantikan itu.

Ketua Pelaksana, Lailiyah menjelaskan bahwa kesehatan dan masalah kewanitaan menjadi hal yang perlu dijaga dan diperhatikan, khususnya soal kesucian. “Semoga dengan adanya kegiataan ini, semua perempuan khususnya peserta yang hadir dapat menjaga kesehatan dan dapat mengerti tentang haid, nifas, dan istihadlah,” harapnya.


Pewarta:            Anita Nur Laili Mahbubah

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaPeringati Harlah ke-17, HMP PGMI Unhasy Selenggarakan Olimpiade Matematika & Pildacil
BerikutnyaPresiden Jokowi Apresiasi NU Komitmen Jaga Persatuan Bangsa