Tebuireng.online- Gresik- Rangkaian semarak Hari Santri Nasional tahun 2020, Ikatan keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) Gresik dilaksanakan dengan aksi pembagian 500 masker di Pasar Dukun dengan tujuan memberikan edukasi kepada warga untuk selalu menjaga protokol kesehatan saat keluar atau bepergian. Aksi ini diapresiasi oleh warga dengan antusias meminta masker.

Dilanjutkan dengan kegiatan napak tilas dengan aksi foa bersama dan tahlil di makam Mbah Faqih Maskumambang Dukun. Puncak HSN Ikapete Gresik ditempatkan di Cafe Cindelaras Desa Siwalan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik (25/10/2020).

Ketua Panitia HSN Ikapete Gresik Musyafiin mengatakan, “Giat ini semoga bisa kita jalankan, bisa dilaksanakan tiap tahun,” ujarnya. “Hal ini bisa menjadi ajang silaturrahim antar alumni Tebuireng dan bisa merajut keakraban dan kekompakan,” jelas Wak Modin, sapaan akrabnya.

Giat puncak HSN Ikapete Gresik dikemas dengan cangkrukan santri sambil ngopi bersama dengan penuh kekeluargaan. Cangkrukan santri ini bertemakan “Resolusi jihad pada Konteks Kekinian”

Hadir narasumber dari Anggota Dewan Propinsi, Gus Iwan Zunaih dan Gus Rozi, Budayawan Alumni Tebuireng. Menurut Gus Iwan bahwa, “Kehadiran santri dan sosok santri di NKRI saat ini sangat diperlukan dan dibutuhkan,” katanya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Apapun yang dilakukan santri, selama itu tidak merugikan orang lain, harus dilanjutkan dan merupakan jihad,” jelasnya. “Santri tidak boleh minder, harus percaya diri dan bermanfaat di tengah masyarakat global. Ini menjadi kekuatan bagi santri untuk perjuangan meraih impiannya,” pungkas Gus Iwan.

Sedangkan Gus Rozi, Budayawan Alumni Tebuireng, menjelaskan, “Ketika kita punya konsep idealis maka harus kita kawal dan tuntas diselesaikan,” jelasnya. Gus Rozi banyak menceritakan pengalaman tentang gaya dan sepak terjang dalam aktivis budaya dan pelukis.

Menurutnya, “Bahwa ijtihad yang dilakukan oleh santri, yang bisa bermanfaat di tengah masyarakat adalah bagian dari budaya. Dan hasil dari pemikiran”. Acara ditutup dengan doa barokah ramah tamah dan foto bersama.


Pewarta: Syafik Hoo

SebelumnyaNyai Hj. Mahshunah Faruq, Perempuan Mandiri dan Aktivis
BerikutnyaMerayakan Pertemuan Sekaligus Perpisahan