Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah “Khoiriyah Hasyim” Seblak Jombang

Oleh: Qona’atun Putri Rahayu*

Ibu Ny. Hj. Mahshunah Faruq adalah Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah “Khoiriyah Hasyim” Seblak Jombang. Beliau merupakan menantu dari Ny. Djamilah. Perempuan kelahiran 29 Desember 1952, ayahnya bernama KH. Hisyam Haromain dan ibunya bernama Hj. Mas’adah, kedua orangtuanya merupakan jajaran pengasuh di Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang.

Ny. Mahshunah sejak tahun 1977 mulai mengabdi di Pondok Seblak. Perempuan ini memiliki motto “Mengabdi untuk Agama, Nusa, dan Bangsa.” Pendidikan beliau dari sekolah dasar hingga tingkat aliyah di Peterongan, kemudian kuliah di IAIN (saat ini UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beliau seorang aktivis sehingga pernah diberi amanah untuk menjadi Ketua Umum IPPNU Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu beliau juga mengajar di Mu’allimat NU Yogyakarta pada tahun 1973-1975.

Beliau menikah dengan Drs. H. Umar Faruq, NA. Yang merupakan putera kedua dari Ny. Djamilah. Sejak 1977 beliau mengabdikan dirinya untuk mengurus Pondok Seblak hingga sampai sekarang. Mendampingi dan memberikan pelajaran seperti Ushul Fiqh, Aqidah Akhlaq, Hadits, Arbain Nawawi. Pernikahan beliau dengan H. Umar Faruq dikaruniai tiga seorang anak yaitu; Rika Iffati Farihah, Ita Iftitahus Sa’diyah, dan Ema Rahmawati.

Hingga saat ini Ema Rahmawati beserta suami membantu dalam mengurus urusan Pondok Pesantren Seblak. Anak terakhir beliau adalah sosok perempuan yang memiliki jiwa entrepreneurship. Ia memiliki usaha MOOI (roti donat kentang khas Jombang) yang memiliki beberapa cabang di penjuru kecamatan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Meskipun beliau mengurus Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah yang berada di Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang ini, beliau tetap aktif untuk menghidupkan NU, membimbing ummat melalui organisasi badan otonom di bawah naungan NU yaitu Muslimat Kabupaten Jombang.

*Mahasiswa Unhasy Jombang.

 

SebelumnyaInilah Tugas Kita sebagai Khalifatullah
BerikutnyaSemarak HSN, Ikapete Gresik Bagi Masker dan Diskusi Santai