Foto: proses santri pamit pulang pada pengurus pesantren, Selasa (27/4) di halaman Pesantren Tebuireng.

Tebuireng.online– Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), berpesan kepada seluruh santri tentang hakikat santri. Hal ini disampaikan di masjid Tebuireng, usai jamaah tarawih, Senin (26/4).

“Tujuan nyantri itu tidak terbatas pada menjadi muballigh, ustadz, atau kiai. Santri boleh memegang posisi-posisi lain, seperti tentara, polisi, dokter, insinyur, atau arsitek. Namun, dalam memutuskan setiap perkara ada pertimbangan ukhrawi-nya. Itulah hakikatnya santri,” ungkap Gus Kikin.

Kemudian, Mudir Bidang Pembinaan Pondok, H. Lukman Hakim juga berpesan kepada santri yang akan pulang ke rumah masing-masing. Agar mereka tetap menjaga kesantriannya di mana pun dan kapan pun.

“Tolong tetap menjaga nilai kesantrian kalian di mana pun. Saya yakin teman-teman santri sudah mencium bau rumah halamannya, yah…” ujar H. Lukman disusul dengan tawa para santri.

Untuk diketahui, hari ini Selasa (27/4) santri Pesantren Tebuireng sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan sesuai petunjuk atau arahan pihak pesantren.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ada sekitar 38 armada bis yang akan mengantar para santri. Sekitar 200 santri lain juga ada yang pulang naik pesawat, dan 8 lainnya menggunakan kapal laut.

Pewarta: Yuniar Indra

SebelumnyaSanadan Sahih Bukhari di Pesantren Tebuireng
BerikutnyaAntar Santri Pulang, Tebuireng Luncurkan 40 Armada Bus