
Tebuireng.online- Sebagai salah satu rangkaian acara MUTUN (Muktamar Turats Nabawi) yang diselengarakan oleh Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng agenda Bahtsul Masail menjadi yang ditunggu-tunggu. Acara yang berlangsung selama dua hari terhitung dari tanggal 10-11 Desember dibuka dan dimulai di aula lantai satu gedung Ma’had Aly tanggal 10/12/2025 pada pukul 20:00 WIB. Turut hadir dalam acara KH Ahmad Roziqi selaku mudir Ma’had Aly dan juga sebagai Musohhih didampingi oleh KH Zahro Wardi dan KH Mukhlis Dimyati. Sedangkan dari jajaran perumus terdiri dari Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah, Dr. Muhammad Anang Firdaus, Kyai Mahfudz Ali Amari, Ust Arif Ridwan, dan Ust Shofiyyul Muhibbin.
KH Ahmad Roziqi berterima kasih kepada para musyawirin yang hadir dalam acara karena turut berkontribusi dan memberi makna dalam pandangan agama tentang lingkungan yang sedang hangat dibicarakan. Beliau juga menekankan pentingnya at-Ta’rif qabla al-Hukmi (Definisi sebelum menghukumi) sangatlah penting, karenanya beliau meminta tim ahli menjelaskan terlebih dahulu tentang tema yang dibahas kepada musyawirin agar pemahamannya komprehensif.
Para peserta yang diundang sekitar ada 100 delegasi dari pondok pesantren seluruh Indonesia seperti Lirboyo, Al-Falah, Sidogiri, Zainul Hasan, dan lain-lain. Yang unik dari Bahtsul Masail kali ini adalah membahas isu yang hangat dibicarakan yaitu, isu lingkungan yang baru-baru ini dibahas banyak orang. Permasalahan tentang program pemerintah seperti Hilirisasi, UU Cipta Kerja, Green Wakaf, dan gagasan Syaikh Yusuf Qardhawi tentang Hifz al-Bi’ah (menjaga lingkungan) dijadikan topik pembahasan.
Yang unik dari Bahtsul Masail kali ini adalah hadirnya tim ahli yang turut diundang dalam acara. Tim ahli itu adalah WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), tim ini sengaja di undang karena tema Bahtsul Masail kali ini membahas ekologi yang mana tim WALHI ahli dalam bidang itu. Dalam wawancara dengan M Husnu Widadi selaku wakil koordinator acara Bahtsul Masail ia berkata kalau besar harapan dari hasil Bahtsul Masail ini dapat berimplikasi terhadap kebijakan pemerintah terkait pelestarian lingkungan.
Pewarta: Nurdiansyah Fikri Al-Fani
Editor: Muh. Sutan


















