Hatimu yang begitu lapang telah menjadi rumah pertamaku belajar tentang banyak kehidupan. Dalam dirimu yang tabah, aku memetik kelopak-kelopak bunga begitu indah, aku jadikan hiasan setiap aku membuka mata dipagi hari, dan hiburan saat hendak menutup mata dimalam hari.

Kau memberi kebahagiaan yang utuh dalam diriku. Dengan lincah aku tahu bagaimana melangkah dengan cinta, penuh kasih, dan amanah. Hidupku sehari-hari adalah apa yang kulihat darimu.

Aku meneladanimu. Aku mengidolakanmu, ibu. Sebab kau adalah guruku. Kau adalah bagian yang telah menyiramku dg kasih dan cinta hingga tumbuh dewasa; berhadapan dg kehidupan nyata.

Dari sini, aku tahu apa yg harus kulakukan, lagi-lagi adalah karena engkau mengajariku, ibu.

Setiap waktu adalah untukmu, Ibu. Lima waktuku dalam sehari, imbuh sujud dan rukuk yang kunikmati, namamu utuh di dalamnya. Menjadi tokoh utama yang kumohon kebahagiaannya pada Tuhan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ibu…. Terima kasih, selalu ada. Bahkan saat aku telah beranjak dewasa, hingga nanti di mana aku ingin menjadi rumah, tempat engkau pulang di masa tua.

Terima kasih Ibu. Untuk segala cinta dan pembelajarannya. Akulah rumah tempatmu pulang di masa tua.

SebelumnyaBuku dan KH. Salahuddin Wahid
BerikutnyaMembersihkan Make Up Sebelum Berwudhu