Tebuireng.onlineReligious Rehabilitaton Group (RRG) Singapore berkunjung ke Pesantren Tebuireng. Sekitar delapan orang yang ikut dalam rombongan, tiba di Dalem kesepuhan pada pukul 11.00 WIB. Kehadiran RRG disambut hangat oleh keluarga Tebuireng, Minggu (13/10/19).

RRG atau dalam bahasa melayu disebut Kumpulan Pemulihan Agama merupakan organisasi para cendekiawan dan guru Islam sukarela di Singapura yang membantu dalam rehabilitasi dan konseling keagamaan orang-orang yang teradikalisasi dan radikalisasi sendiri.

Dalam pemaparannya, ustadz Abdul Manaf Rahmat selaku sukarelawan konseler agama menyampaikan bahwasanya tujuan ke Pesantren Tebuireng ialah untuk mempelajari sesuatu tentang peranan ulama dalam menangani isu-isu radikalisme, terorisme,dan ekstremisme.

“Pesantren yang saya kira sebagai tempat pemimpin agama yang mempunyai peranan penting dalam menangani isu-isu radikalisme, terorisme,dan ekstremisme. Dalam hal ini tentu ulama mempunyai peranan besar dalam mecerahkan dan memurnikan pemikiran-pemikiran seperti itu, maka dari itu kami merasa Tebuireng sebagai salah satu tempat ulama yang mungkin ada nasehat atau cara yang bisa kami pelajari,” ungkapnya.

Tim RRG ini memiliki profesi yang berbeda-beda, ada yang bertugas di masjid, sebagai penyelidik, dan  guru. RRG menangani isu-isu radikalisme, terorisme,dan ekstremisme, khususnya memulihkan tahanan – tahanan, ISIS (mereka sudah ada niatan berangkat ke Syria tapi belum beramgkat namun dicegah oleh pemerintah), bahkan memberi pencerahan kepada mereka yang pernah dipenjara dan telah dibebaskan agar mereka tidak kembali ke jalan yang salah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Tidak hanya memberi konseling kepada yang ditahan saja, akan tetapi kepada family dari seseorang yang ditahan juga. Bentuk konselingnya ialah berdasarkan ideologi yang mereka paham, memberikan gambaran yang sebenarnya apa yang dikatakan khilafah, serta daulah islamiyah.

 “Saya yakin Tebuireng yang sudah lama sebagai pesantren mampu menjadi benteng dalam membentengi ideologi-ideologi yang radikalisme, terorisme, dan ekstremisme, agar Islam dapat ditampilkan dengan baik untuk menjadi uswatun hasanah dan memaparkan rahmatan lil’ alamin,” terangnya.

Selain itu sukarelawan konseler agama tersebut berharap agar  ulama seluruh ormas bisa kompak dalam menyikapi hal itu. Setelah dialog dengan para pimpinan Pesantren Tebuireng dan  pimipinan unit Pendidikan Tebuireng, rombongan RRG berziarah terlebih dahulu sebelum kembali ke Singapore.


Pewarta: Anis

Publisher: MSA

SebelumnyaTujuh Kesalahan Penyebab Gagal Berhemat
BerikutnyaLSPT Gelar Pengobatan Gratis di Pesantren Tebuireng 3 Desa Petalongan