Oleh: Quratul Adawiyah*

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk merubah nasib. Tentunya, kita tidak melupakan dua ikhtiar yakni ikhtiar langit dan ikhtiar bumi. Ikhtiar bumi seperti berdagang, berniaga, berbisnis, jualan, menjadi bekerja pada perusahaan orang lain. Semua itu adalah ikhtiar bumi. Sedangkan ikhtiar langit adalah semua usaha yang kita lakukan dengan cara mendekatkan diri kepada-Nya. Salah satunya dengan banyak berdoa. Doa itu adalah bentuk ikhtiar yang kadang bagi sebagian orang melewatkan hal ini. Banyak doa untuk mendapatkan kekayaan yang bisa kita panjatkan kepada Yang Maha Kuasa. Salah satunya doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman, seperti di bawah ini:

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

Dia berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (Q.S. Shaad: 35).

Bicara tentang doa cepat menjadi kaya, berarti bicara tentang kekayaan. Bicara tentang kekayaan berarti bicara tentang rezeki. Sebenarnya, rezeki itu sudah Allah jamin bagi setiap orang. Allah SWT sudah memberikan garansi rezeki bagi setiap makhluk-Nya. Jadi, tidak perlu khawatir tentang rezeki yang akan kita terima. Sejatinya, rezeki itu ada tiga macam.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
  1. Rezeki yang dicari
  2. Rezeki yang dijemput
  3. Rezeki yang tidak disangka-sangka.

Seandainya kita paham mengenai ketiga rezeki itu sendiri, kita tidak akan khawatir mengenai urusan rezeki, urusan kekayaan dan urusan keuangan.

1.Rezeki yang dicari

Rezeki yang dicari adalah adalah rezeki yang memang harus dicari sementara kita tidak tahu dimana posisi rezeki itu berada. Kita diharuskan mencarinya kapan pun dan di mana pun. Seperti seorang supir angkot, apakah ia tahu bahwa di pinggir jalan yang akan ia lewati akan ada calon penumpang. Ia hanya menduga sambil mencari, itulah contoh rezeki yang dicari.

 2.Rezeki yang dijemput

Seseorang yang rajin ibadah, rajin berdoa, rajin bersedekah rajin shalat dhuha tidak perlu khawatir mengenai ‘jatah’ rezeki yang Allah SWT berikan. Kita hanya bertugas untuk menjemputnya dengan ikhtiar.

Apa bedanya rezeki yang dicari dengan rezeki yang dijemput?

Rezeki yang dijemput adalah rezeki yang kita tahu dimana posisi rezeki itu berada. Atau kita tahu kapan rezeki itu datang. Walaupun ini hanya sebatas pengetahuan kita. Hanya sebatas dugaan. Sepenuhnya hanyalah Allah yang tahu.

3.Rezeki yang tidak disangka-sangka

Ini adalah rezeki yang tidak diduga kedatangannya. Kita tidak tahu, kita tidak menduga. Tahu-tahu, rezeki itu datang dengan sendirinya. Lantas bagaimana cara agar memperoleh kekayaan rezeki untuk cepat kaya raya ? Tentu selain rajin bekerja kita juga selalu berdoa dan berdzikir kepada-Nya. Percayalah rezeki datangnya dari Allah SWT. Maka yakinlah dengan kekuatan dan fadhilah dari asma Al- Mughni (Maha Memberi Kekayaan) ini.

Apabila anda ingin mendapatkan kekayaan dari Allah. Maka cobalah selalu rajin untuk mewiridkan doa dzikir asma Ya Mughni minimal 1000 kali setiap hari (istiqomah) lebih bagus jika sesudah shalat. InsyaAllah akan dikurniakan kekayaan oleh Allah. Karena Allah Maha Memberi kekayaan. Barang siapa yang mau mewiridkan membaca lafadz (Ya Mughni) sebanyak-banyaknya selama 40 hari lamanya. InsyaAllah akan dimudahkan segala urusanya di bidang mencari rezeki.

Adapun caranya yaitu: Bacalah Ya Mughini setiap pagi hari sebanyak-banyaknya. Dan setelah selesai membaca kemudian dilanjutkan membaca surat Adh-Dhuha.

Wallahu a’lam.


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

[fb_plugin comments width=”100%”]

SebelumnyaAsal Usul Gelar “Hadratussyaikh” untuk KH. Hasyim Asy’ari
BerikutnyaLuar Biasa! Tim KKN HIMASAKTI Kembangkan Hidroponik