Pengasuh Pesantren Tebuireng, Gus Kikin memberi sambutan dalam acara Khazanah Manuskrip Pesantren Teburieng.

Tebuireng.online—Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz berkesempatan mengawal acara Khazanah Manuskrip Pesantren Tebuireng. Pada sambutanya, Gus Kikin merasa kajian seperti ini sangat perlu.

“Sebuah agenda yang membahas peninggalan-peninggalan kekayaan yang ada di Tebuireng ini, sangat perlu. Merupakan perkara sangat penting untuk memperteguh dan memperkuat pemahaman kita terhadap Ahlusunnah wal Jamaah,” ungkapnya, Selasa (24/5/2022).

Menurutnya, kita perlu berupaya untuk memahami warisan-warisan para ulama terdahulu, kemudian mewariskan kembali kepada generasi selanjutnya.

“Coba silakan baca kitab Hadratussyaikh, Risalah Ahlusunnah wal Jamaah, beliau menyebutkan sejak tahun 1330 H/1912 M banyak aliran-aliran baru muncul. Apalagi soal modernisasi yang digawangi oleh beberapa ulama modernis,” terangnya.

Sehingga itulah yang menurutnya menjadi motivasi KH. M. Hasyim Asy’ari menyusun konsep Ahlusunnah yang dibawa para salaf dalam sebuah kitabnya Risalah Ahlusunnah wal Jamaah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Karena sepengamatan kami memang karangan-karangan KH. Hasyim Asy’ari itu merupakan hasil olah konteks pada saat itu. Latar belakang penulisannya dapat dilihat pada mukadimah kitab-kitabnya,” tutupnya.

Pewarta: Yuniar Indra

SebelumnyaMenarik Diungkap! Tradisi Penulisan Quotes Guru di Pesantren Tebuireng
BerikutnyaTemuan Pelacakan Manuskrip KH. Hasyim Asy’ari