Ratusan Dai Muda se Nasional Unjuk Dakwah di Pesantren Tebuireng

89
Suasana penutupan festival dai se nasional di halaman Pesantren Tebuireng (foto: alfa)

Tebuireng.online– Festival Da’i Nasional (Fesdanas) digelar pada Kamis (15/1/2026), bertempat di halaman Pondok Pesantren Tebuireng. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kumpulan Da’i Tebuireng (Kudaireng) dan diikuti peserta dari seluruh Indonesia, mulai dari pelajar, santri, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Fesdanas tahun ini diikuti kurang lebih 300 peserta yang mendaftar pada babak penyisihan. Babak penyisihan dilaksanakan secara online mulai 5 November hingga 15 Desember 2025. Pada tahap ini, peserta hanya diminta mengunggah video dakwah melalui kanal YouTube masing-masing dan tidak dipungut biaya pendaftaran.

Baca Juga: Selamat! Inilah Daftar Juara Festival Dai Nasional 2026

Dari sekitar 300 peserta yang mengikuti seleksi online, terpilih 80 peserta yang berhak melanjutkan ke babak selanjutnya secara offline di Pondok Pesantren Tebuireng pada 15 Januari 2026. Babak offline ini dilaksanakan bersamaan dengan technical meeting serta pelunasan administrasi sebesar Rp250.000 per peserta.

Sebanyak 80 peserta tersebut kemudian mengikuti seleksi lanjutan yang dinilai oleh empat dewan juri, yaitu KH Abdul Jalil Umar, KH Nur Hadi, H. Harly Yusuf, dan Ustadz Ali Mustofa. Proses penilaian dibagi ke dalam dua venue, dengan masing-masing venue diisi oleh dua orang juri.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ustadz Lalu selaku salah satu pembina Kudaireng menyampaikan bahwa seluruh peserta yang lolos ke tahap offline hadir secara lengkap.

“Alhamdulillah, 80 peserta yang masuk babak seleksi selanjutnya hadir semua,” ujarnya.

Dari seleksi tersebut, panitia menetapkan enam peserta terbaik untuk melaju ke babak final. Pada babak ini, tema dakwah ditentukan langsung oleh panitia dengan mengangkat peristiwa atau berita nyata yang sedang terjadi, sehingga tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan babak sebelumnya.

Baca Juga: Satu Dekade Kubahireng, 45 Tim Banjari Ikuti Fesban di Tebuireng

“Kalau untuk tema, memang bermacam-macam. Tapi khusus final, tema dibuatkan oleh panitia dengan melihat kejadian atau berita nyata, sehingga temanya cukup sulit,” jelas Ustadz Lalu.

Setelah seluruh peserta menampilkan unjuk bakat dakwahnya, panitia kemudian menggelar Wisuda Lailatul Da’wah yang diikuti oleh seluruh 80 peserta semifinalis.

Acara Fesdanas ini dihadiri oleh 80 peserta semifinalis, dzurriyah Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari, jajaran pengurus Pondok Pesantren Tebuireng, serta diisi mauidhoh hasanah oleh Kyai Junaidi Hidayat. Selain itu, suasana acara juga dimeriahkan oleh penampilan tiga pelawak, yakni Cak Ukil, Cak Sarip, dan Koko.

Dalam prosesi di atas panggung, pengalungan dilakukan oleh dzurriyah Tebuireng, yakni Bu Nyai Rina dan Gus Ismail. Ustadz Lalu menjelaskan bahwa keduanya merupakan dzurriyah dari jalur menantu.

“Baik Bu Nyai Rina maupun Gus Ismail adalah dzurriyah dari jalur menantu. Bu Nyai Rina merupakan istri dari almarhum Gus Cecep bin Karim Hasyim, sedangkan Gus Ismail adalah suami dari Neng Upit,” terangnya.

Baca Juga: Festival Dai Nasional 2026, Kiai Junaidi Ajak Santri Jadi Solusi di Tengah Masyarakat

Selain itu, Ustadz Lalu juga menambahkan bahwa terdapat lima tokoh yang masuk dalam daftar kehadiran utama, serta tiga tokoh pendamping lainnya.

“Selain itu ada tiga lagi, yaitu Ustadz Ali Mustafa sebagai pembina Kudaireng, Ustadz Slamet Habib selaku Kepala Pondok Tebuireng, dan Ustadz Suudi yang merupakan salah satu pengurus di Muallimin Tebuireng,” jelasnya.

Menanggapi pelaksanaan Fesdanas tahun ini, Ustadz Lalu menilai kegiatan tersebut berjalan dengan sangat baik dan mengalami perkembangan dari tahun ke tahun.

“Sangat bagus, dari tahun ke tahun ada perkembangan. Bahkan tadi konsep pemberian hadiah dikemas seperti acara AKSI di Indosiar,” ujarnya.

Baca Juga: Selamat! Inilah Para Juara Fesdanas Kudaireng 2025

Ia juga mengakui bahwa dalam pelaksanaan kegiatan terdapat berbagai rintangan yang harus dihadapi panitia. “Tentu ada rintangan, dan tidak sedikit. Mulai dari konsep, pendanaan, perizinan, dan lain-lain,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Ustadz Lalu menyampaikan harapannya kepada para peserta Fesdanas, khususnya para da’i muda Tebuireng dan peserta secara umum. “Semoga seluruh para da’i dan da’iyah nantinya bisa menjadi generasi baru yang menjaga nilai khazanah Islam dan menjadi uswatun hasanah,” pungkasnya.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary