PW IPNU Jatim Gagas Gerakan ‘PKPT Berdampak’ lewat Program Desa Binaan

465
Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur resmi meluncurkan program “Gerakan PKPT Berdampak” melalui skema desa binaan. Inisiatif ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) se-Jawa Timur di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Sabtu (9/5/2026). Foto: Fatih

Tebuireng.online- Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur resmi meluncurkan program “Gerakan PKPT Berdampak” melalui skema desa binaan. Inisiatif ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) se-Jawa Timur di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Sabtu (9/5/2026).

Program pengabdian masyarakat ini dirancang sebagai langkah konkret untuk mendorong kader IPNU di perguruan tinggi agar tidak hanya aktif di dalam kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Gagasan ini terinspirasi langsung dari napak tilas perjuangan Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari yang dikenal aktif turun ke masyarakat untuk menyelesaikan persoalan sosial, agama, hingga ekonomi.

Direktur Lembaga Kerja Sama Perguruan Tinggi (LKPT) PW IPNU Jawa Timur, Rekan Yoga Klody, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari hasil evaluasi terhadap gerakan PKPT yang selama ini dinilai masih cenderung bersifat internal.

“Gerakan PKPT selama ini masih dominan bersifat internal dan belum sepenuhnya memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan arah gerakan yang lebih aplikatif dan berorientasi pada pengabdian,” ujar Yoga di hadapan 55 delegasi PKPT se-Jawa Timur.

Yoga menjelaskan, desa binaan akan menjadi wadah aktualisasi bagi mahasantri untuk mengimplementasikan disiplin ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Hal ini sejalan dengan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Program ini menjadi ruang bagi kader untuk mengaplikasikan keilmuan sesuai bidang masing-masing. Harapannya, keberadaan PKPT tidak hanya dirasakan secara organisatoris, tetapi memberi manfaat langsung bagi warga,” tambahnya.

Melalui Gerakan PKPT Berdampak, PW IPNU Jawa Timur menargetkan lahirnya kader yang lebih progresif, solutif, dan responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat. Program ini sekaligus mempertegas identitas kader IPNU sebagai pelajar Nahdlatul Ulama yang moderat dan kontributif.

“Kami berharap kader NU di kalangan mahasiswa mampu menghadirkan perubahan nyata melalui pengabdian yang sesuai dengan kapasitas keilmuan mereka,” pungkas Yoga.

Acara ditutup dengan perumusan teknis pelaksanaan desa binaan yang akan menjadi mandat bagi setiap PKPT di bawah naungan PW IPNU Jawa Timur untuk dilaksanakan pada periode kepengurusan berjalan.


Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan