Oleh: Devi*

Beliau memiliki nama lengkap Huzaemah Tahido Yanggo. Lahir di Donggala, Palu,  Sulawesi Tengah pada 30 Desember 1946 dan wafat pada 23 Juli 2021 pada usia 74 tahun. Beliau merupakan seorang perempuan yang memiliki kontribusi besar dalam bidang pendidikan dan agama. Beliau merupakan pakar fikih perbandingan madzhab asal Indonesia. Selain itu, beliau juga menjadi guru besar  di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah serta menjadi Rektor di Institut Ilmu Al-Quran (IIQ).

Selain itu, beliau juga dikenal sebagai sosok yang tegas dan to the point dalam menyampaikan argumennya. Meski di usianya yang senja, beliau tetap bersemangat untuk memperjuangkan kebenaran serta keilmuan yang dimilikinya. ia tidak sungkan jika memiliki pandangan yang berbeda dalam sebuah forum diskusi.

Sebelum menuntut ilmu di Al-Azhar, beliau menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di Pesantren Alkhairaat, salah satu lembaga pendidikan yang berada di Palu, Sulawesi Tengah. Pada tahun 1975, beliau meraih gelar sarjana muda dari Fakultas Syariah Universitas Islam Alkhairaat.

Selang beberapa tahun setelahnya beliau melanjutkan studi magister doktornya di Universitas Al-Azhar Kairo. Pada tahun 1981, beliau berhasil meraih gelar magister ilmu fiqh ushul fiqh dengan predikat cumlaude. Tiga tahun setelahnya, yakni tahun 1984, beliau meraih gelar doktor dalam fiqh perbandingan madzhab dengan gelar cumlaude. Beliau merupakan perempuan Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Al-Azhar Kairo.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Setelah menyelesaikan studi di Mesir, beliau kembali ke Indonesia dan ikut serta mewarnai pelbagai forum diskusi kajian Islam di Indonesia. Pada 1987 beliau menjabat sebagai Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat. Di tahun 1997, beliau menjadi Anggota Dewan Syariah Nasional MUI dan pada tahun 2000, beliau menjabat sebagai Ketua MUI Pusat Bidang Pengajian & Pengembangan Sosial.  Beliau juga merupakan sosok yang aktif dalam dunia organisasi perempuan. Salah satu kiprah beliau ialah menjadi Ketua Pengurus Besar Persatuan Wanita Islam Al-Khairat Pusat di Palu-Sulawesi Tengah (sejak 1996), Ketua Pusat Studi Wanita IAIN Jakarta (1994-1998), serta menjadi narasumber dalam berbagai seminar yang membahas tentang perempuan.

Pada tahun 1999, beliau mendapat penghargaan atas jasa prestasi dalam “Kepemimpian dan Manajemen Peningkatan Peranan Wanita” dari Menteri Negara Peranan Wanita RI. Pada tahun 2007, beliau memperoleh prnghargaan Era Muslim Global Media atas kepedulian beliau terhadap ilmu syariah sebagai pakar fiqih perempuan. Di tahun yang sama, beliau juga meraih penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI atas jasa sebagai anggota Tim Penyempurnaan Tafsir Al Quran Departemen Agama RI. Tak hanya itu saja, pada tahun 2015, beliau memeroleh penghargaan Woman Award dari rektor UIN Jakarta atas dedikasi, inovasi, dan prestasinya dalam mewujudkan hak-hak perempuan dan anak. Dan pada tahun 2016, beliau mendapatkan penghargaan Lencana Karya Satya 30 Tahun dari Presiden RI.

Beliau juga merupakan sosok yang aktif menulis. Tulisannya banyak menghiasi di pelbagai media massa, seperti Majalah Ahkam, Harkat, Akrab, Studia Islamika, dan lain-lain. Beberapa karya beliau yang telah dibukukan dan diterbitkan ialah Pengantar Perbandingan Madzhab, Membendung Liberalisme, Fiqih Perempuan Kontemporer, Pandangan Islam Tentang Gender, Fiqih Anak, Konsep Wanita Dalam Pandangan Islam.

Semoga kita bisa meneruskan semangat dan perjuangan beliau dalam menuntut ilmu dan meyebarluaskannya. Aamiin.


Dirangkum dari:

Buku Fiqih Anak karya Prof. Dr. Hj. Huzawmah Tahido Yanggo, MA.

Alniezar, Fariz (2018-06-04). “Huzaemah T. Yanggo: Ahli Perbandingan Mazhab yang Gilang Gemintang”. tirto.id. Diakses tanggal 2021-07-23.

Maghfiro, Neneng (2019-10-08). “Huzaemah Tahido Yanggo; Muslimah Pakar Fikih Perbandingan Madzhab yang Pertama di Indonesia”. Bincang Muslimah. Diakses tanggal 2021-07-23.


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaMemetik Hikmah Tersembunyi Idul Adha
BerikutnyaFenomena Dunia Perkuburan, Kasus Kuburan Cina dan Islam