tebuireng.online– Pasar bebas Asia yang akrab dengan MEA dan AFTA membuat masyarakat Indonesia mempersiapkan diri dalam menghadapinya. Tanpa terkecuali masyarakat yang berstatus mahasiswa juga dituntut pula keaktifannya dalam menjaga stabilitas ekonomi negara dengan mempertahankan nilai-nilai budaya Indonesia.

Demikianlah kiranya salah satu alasan yang mendasari terselenggaranya berbagai lomba yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMP-PGMI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada Selasa (15/9) kemarin.

Dalam event yang diadakan dalam rangka Haflah Miladiyah PGMI ke VIII tersebut, terdapat beberapa lomba untuk tingkat MI/SD berupa Olimpiade Mapel dan Musik Al-Banjari se-Jatim dan Lomba Debat Ilmiah sekaligus Lomba Alat Peraga Edukatif (APE) Madrasah Ibtidaiyah se-IMPI Wilayah III (WIJAYATIRTA) dengan tema “Meningkatkan Kredibilitas PGMI : Menjawab Peluang Menghadapi MEA dan AFTA”.

Tak Ketinggalan, Mahasiswa PGMI Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang turut serta dalam lomba tersebut. Bahkan delegasi UNHASY tersebut berhasil membawa gelar juara III kategori lomba APE.

Kemenangan yang berhasil diraih oleh Anis Banuwati Istighfarin (20), Mahasiswa semester V, menciptakan dan memperkenalkan APE dalam pembelajaran Bahasa Daerah yakni Bahasa Jawa yang notabene merupakan mata pelajaran muatan lokal.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Alasan saya membuat APE dalam mapel Bahasa Daerah (red. Jawa) terutama materi Aksara Jawa ini karena sekarang banyak bermunculan APE yang berorientasi pada mata pelajaran umum dan sains belaka. Sedangkan Bahasa Jawa sebagai muatan lokal tidak banyak Alat peraganya sehingga saya merasa perlu membuat Alat untuk mapel Bahasa Daerah dalam hal ini Aksara Jawa”, papar gadis yang Akrab disapa Farin ini kepada dewan juri.

Alat Peraga dengan nama “Pring Banu (Bambu Anak)” yang dibuat oleh Mahasiswa asal Ngawi ini berupa potongan Batang bambu yang telah dipolesnya dengan amplas dan plitur yang kemudian dilukiskan aksara jawa baik dari huruf hingga sandangan sesuai dengan mata pelajaran Bahasa Daerah materi Aksara Jawa yang dapat digunakan dilintas kelas. Selain itu, farin juga menggambar tokoh Punokawan dan kata kunci aksara jawa pada papan yang digunakan sebagai alas menata puzzle pring banu.

Keberhasilan itu pun diakui secara resmi dengan diberikannya tropi kepada mahasiswa angkatan 2013 tersebut di Royal Plaza Surabaya pada hari Sabtu (19/9) kemarin bersamaan dengan para Juara lainnya

“Semoga ini menjadi cambuk keberhasilan bagi Mahasiswa PGMI dan Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng selanjutnya”, harap Evita Widiyati selaku Dosen Media Pembelajaran UNHASY. (Fatim/abror)

SebelumnyaKunjungan Yayasan Budha Tsu Chi, Silaturahmi Sambil Belajar
BerikutnyaHaji dan Kesalehan Sosial