Suasana Diklat KTI di ruang labolatorium komputer PP Madrasatul Qur'an Tebuireng Kamis (11/02/2016)
Suasana Diklat KTI di ruang labolatorium komputer PP Madrasatul Qur’an Tebuireng Kamis (11/02/2016)

tebuireng.online– Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (PP.MQ) terus melakukan upaya mewujudkan visi misinya “Mencetak Insan Hamilil Qur’an Lafdzan, Ma’nan wa Amalan”. Salah satunya adalah dengan mengadakan agenda rutin tahunan Diklat Karya Tulis Ilmiyah di laboratorium komputer pesantren tersebut Kamis (11/02/2016). Acara ini mendapatkan antusias yang sangat baik dari para peserta perwakilan setiap kamar, terbukti dengan semangat mereka berangkat, meskipun hujan tak kunjung reda dari siang hari.

Acara yang diadakan oleh Departemen Pendidikan dan SDM PP. Madrasatul Qur’an ini dimulai tepat pada pukul 20.30 WIB, dibuka oleh Ust. Anshori S.Sy., selaku ketua panitia penyelengga. Acara selanjuntya adalah penyampaian materi diklat oleh naraumber, Ust. Ali Said M.Hi. Di awal materi beliau tidak langsung membahas karya ilmiah, akan tetapi beliau memilih memberikan sebuah motivasi  kepada para peserta Diklat KTI. “Rek, Menulis itu sama saja dengan bercerita,  jadi menulis itu bukanlah sebuah hal yang mustahil dilakukan,” tutur  Kaprodi  Pendidikan Agama Islam (PAI) Unhasy Tebuireng itu.

Ustadz Ali Said, M.Hi., saat memberikan materi dan motivasi tentang pentingnya menulis bagi santri
Ustadz Ali Said, M.Hi., saat memberikan materi dan motivasi tentang pentingnya menulis bagi santri

Dalam penyampaian materi Ust. Ali Said selalu menggunakan bahasa dan contoh yang mudah dimengerti oleh seluruh peserta. Sebagai contoh, ketika beliau menjelaskan tentang struktur kepengurusan dari yayasan hingga tingkat asrama merupakan contoh dari  metode Induktif, sedangkan jika dari kepengurusan asrama naik ke atas hingga yayasan merupakan contoh dari Deduktif. “jadi Deduktif itu dari yang khusus ke yang umum, sedangkan induktif sebaliknya,” tambah beliau.

Di akhir pembicaraan, guru Ilmu Hadits di Ma Madrasatul Qur’an tersebut memberikan tips ketika mencari sebuah rumusan teori/dalil sebuah karya tulis tentang ilmu agama, hendaknya menggunakan al-Qur’an dan al-Hadits sebagai rujukan utama baru kemudian rumusan teori-teori dari para ulama dan ilmuan. Beliau juga terus memberikan semangat kepada para peserta untuk mengembangkan literasi pesantren, melihat manfaat yang diperoleh sangat banyak.

Di akhir acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Banyak di antara peserta yang mengajukan beberapa pertanyaan dan dijawab oleh narasumber sehingga terjadi diskusi komunikatif. Tujuan acara Diklat ini selain bentuk mewujudkan Visi-Misi PP. Madrasatul Qur’an juga sebagai bekal para peserta dalam perlombaan KTI tingkat pondok yang akan diselenggarakan pada bulan April yang akan datang serta beberapa perlombaan KTI baik tingkat regional hingga nasional. (fithon/abror)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaSDI Tebuireng Ir. Soedigno Biasakan Anak Hidup Sehat dan Bersih
BerikutnyaIngatkah Anda? Hari Lahir “Sang Kiai” Tertutup Euforia Valentine?