Politisasi dan Legitimasi Agama

170
Sumber: SINDOnews

Tebuireng.online– “Dari tokoh-tokoh bangsa dahulu, ada yang bisa kita warisi yaitu kearifannya. Sifat-sifat kesabarannya di dalam memperjuangkan negara”, ucap Prof. Dr. H. Haris Supratno, Wakil Rektor I Universitas Hasyim Asy’ari dalam sambutan acara seminar nasional bertema “Politisasi dan Legitimasi Agama” yang diadakan oleh Pusat Kajian Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari  di Universitas Al Azhar Indonesia pada Kamis (10/05/18).

Beliau juga menambahkan bahwa politisasi dan legitimasi agama tidak boleh untuk perebutan kekuasaan. Dr. H. Mif Rohim, M.A. selaku Ketua Pusat Kajian Pemikiran Hasyim Asyari Tebuireng juga menyampaikan beberapa kata sambutan.

Ada lima narasumber yang dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama yaitu Dr. Abdurrahman Ghazali (PP Muhammadiyah) dan Prof. Dr. (H.C.) K.H. Maruf Amin (Ketua Umum MUI). Pada sesi kedua, hadir tiga pembicara, yaitu lrjen Pol. Drs. Gatot Eddy Pramono, M.Si (Kasatgas Nusantara Mabes Polri), Habib Muchsin Alatas (Ketua DPP FPI), dan Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U. (Guru Besar Ull).

KH Ma’ruf Amin (ketua MUI) juga memaparkan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, para pemimpinnya harus memahami nilai-nilai agama dan memiliki sikap serta karakter yang berbarengan dengan nilai agama. Jadi agama jangan dipolitisir untuk kepentingan politik.

Masyarakat dan elemen bangsa seharusnya tidak berputus asa memperbaiki kondisi negeri secara terus-menerus. Dibaratkan kondisi perpolitikan di tanah air dewasa ini sedang turun dari langit idealis ke bumi realitas. Meskipun demikian, tidak berarti kita taslim (pasrah) di hadapan realitas, tetapi terus berusaha melakukan perbaikan-perbaikan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Di sela pembicaraan KH Ma’ruf Amin, beliau merasa prihatin terhadap peristiwa kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat yang menewaskan lima polisi dan melukai sejumlah orang.

Beliau mengusulkan adanya evaluasi dalam penanganan narapidana atau napi kasus terorisme. Kita prihatin dan sangat menyesalkan kenapa ini terjadi. Perlu ada evaluasi penanganan narapidan teroris.

“Ke depan tetap menghargai hak-hak kemanusiaan tapi harus lebih waspada dan ketat sehingga hal tersebut tidak terjadi lagi. Kita berduka cita atas wafatnya lima orang Brimob dan empat orang terluka. Mereka adalah orang-orang yang sangat berharga,” tuturnya.

Dalam acara itu, Ma’ruf mengajak semua yang hadir untuk berdoa mendoakan korban kerusuhan di Mako Brimob.


Reporter: Muh Sutan