tebuireng.online—Salah satu sudut Pondok Pesantren Tebuireng diramaikan dengan lantunan shalawat, tepatnya di wisma KH. Muhammad Ilyas lt 2. Di situlah diselenggarakan Pelantikan dan Peringatan Maulid Nabi 1436 H oleh Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PK IPNU) Pondok Pesantren Tebuireng, Kamis malam (22/01/2015).

Dalam acara tersebut hadir Kepala Pondok Pesantren Tebuireng, Drs. H. Ahmad Ainur Rofiq, M.Hi., Ketua MWC NU Kecamatan Diwek KH. Fahmi Amrulloh Hadzik, Ketua PC IPNU Kabupaten Jombang, Abdul Rosyid, Ketua PAC IPNU Diwek dan beberapa pengurus PKPT se-Jombang. Selain itu juga ratusan santri memadati halaman lt 2 Wisma KH. Muhammad Ilyas. Bertindak sebagai palantik adalah Ketua PC IPNU Jombang, Abdul Rosyid.

Dalam sambutannya ketua lama Firdaus memberikan mandat sepenuhnya dengan tanggung jawab akan membantu jika memang dibutuhkan. Selain itu juga Daus, sapaan akrabnya, meminta komitmen dari pengurus baru untuk bisa solid dan merangkul unit-unit pendidikan yang dirasa ideal untuk bergabung misalkan SMA, MA, dan Mu’allimin.

“Insya Allah saya akan membawa PK IPNU Tebuireng ke arah yang lebih maju dengan bantuan rekan-rekan sekalian”, ungkap ketua terpilih, Iqbal. Iqbal juga menegaskan bahwa IPNU harus tetap berjuang, belajar dan bertakwa.

Ketua PC IPNU Jombang, Abdul Rosyid dalam sambutannya memberikan kriteria kader NU yang baik. “Kader NU yang ideal ya harus bisa baca kitab, nggak bisa ya minimal bisa jadi imam shalat, khutbah, tahlil dll”, ungkap Abdul Rosyid. Hal tersebut ditambahi oleh Kepala Pondok Pesantren Tebuireng, H. Ainur Rofiq. Menurutnya, menjadi kader NU terbaik tidak hanya pintar kitab kuning, melainkan yang paling tepat adalah mengaplikasikan substansi dari kitab tersebut.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Gus Fahmi, dalam kesempatan memberi mauidhah hasanah, berpesan kepada para kader IPNU agar para pengurus yang mengayomi dan melaksanakan programnya dengan baik. Pelantikan adalah awal untuk bergerak tidak jalan di tempat. “Pengurus itu mengurus, bukan diurus apalagi jadi urusan”, ungkap Gus Fahmi disambut gelaga tawa para hadirin. Terakhir beliau berpesan kepada kader-kader NU agar memiliki Kartanu (Kartu Anggota Nahdlatul Ulama). (abror)

SebelumnyaAlbania, Negeri Muslim di Benua Biru
BerikutnyaMuhasabah untuk Memahami Hakikat Kehidupan*