Pertemuan Mahasiswa Alumni Santri Jombangan Yogyakarta dalam SILATURASA

143
Foto bersama ikatan alumni Jombangan di Yogyakarta saat silaturahmi (foto: panitia)

Tebuireng.online— Himpunan dan Ikatan Mahasiswa Alumni Santri Jombangan Yogyakarta menggelar agenda silaturahmi dalam rasa (SILATURASA), pada Ahad (9/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Oemah Joglo Aliyah Kaliurang tersebut menjadi langkah awal untuk menyambung silaturahmi dan kekeluargaan antar mahasiswa alumni santri Jombangan yang ada di Yogyakarta.

Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak kurang lebih 90 para mahasiswa alumni. Kegiatan Silaturasa yang mempertemukan mahasiswa alumni santri Pondok Jombangan di Yogyakarta berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Acara tersebut menjadi ruang mempererat silaturahim antarmahasiswa alumni dari berbagai pondok pesantren di wilayah Jombang, seperti Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, Rejoso, dan Madrasatul Qur’an.

Baca Juga: Gus Kikin Tekankan Kebersamaan dan Menjaga Nilai Santri kepada Alumni

Ketua Panitia Silaturasa, Muhammad Kaisas Syafiq dalam sambutannya menyampaikan, “Kegiatan ini mengangkat tema ‘Harmoni dalam Kebersamaan, Ceria dalam Kebahagiaan’. Sebagai alumni Jombangan, sudah sepantasnya kita saling berkolaborasi agar dapat menghadirkan keceriaan dan kebahagiaan, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat luas,” katanya.

Di hadapan para alumni, Ia juga mengungkapkan, “hubungan yang telah terjalin ini ibarat sekelompok bunga di taman. Meskipun berbeda-beda, justru perbedaan itulah yang menciptakan keindahan. Koneksi juga mengajarkan kita untuk memahami hakikat kehidupan,” lanjutnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam sambutannya, para ketua umum organisasi alumni, yakni Kurniawan Hakim, Mohammad Farhan Nabil, Muhammad Fahmi Avicena, dan Mochammad Arrizal Wildani menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut dapat terus berlanjut pada kepengurusan berikutnya.

Mereka menegaskan, “Kegiatan seperti ini selayaknya terus berkelanjutan sampai kepengurusan berikutnya. Dengan adanya kegiatan ini, kebersamaan, keakraban, dan rasa kekeluargaan antar mahasiswa alumni santri Pondok Jombangan di Yogyakarta dapat terus terjaga dan dipupuk.”

Baca Juga: Ribuan Alumni Hadiri Halal Bihalal IKAPETE 2026

Sementara itu, perwakilan pembina IMADU, Fikri Nur Muhammad, S.E., mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, agenda semacam ini sudah lama dinantikan dan akhirnya dapat terealisasi berkat kerja sama yang baik antaralumni.

Ia mengatakan, “Kegiatan seperti ini sudah lama saya nantikan. Alhamdulillah, akhirnya dapat terlaksana dengan sangat baik berkat kerja sama antaralumni yang luar biasa.”

Ia juga menekankan pentingnya keberadaan wadah kekeluargaan alumni sebagai tempat kembali bagi para mahasiswa alumni yang telah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.

“Wadah kekeluargaan alumni ini penting untuk terus dijaga eksistensinya. Dengan adanya wadah ini, para mahasiswa alumni yang telah lulus dari pondok tetap memiliki tempat untuk kembali dan pulang,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ikatan kekeluargaan tersebut sejatinya telah dicontohkan oleh para masyayikh terdahulu. Menurutnya, pondok-pondok besar di Jombang memiliki hubungan kekeluargaan yang erat dan saling terhubung satu sama lain.

“Pondok Tebuireng, Madrasatul Qur’an, Rejoso, Denanyar, dan Tambakberas sejak dahulu memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat. Maka kita sebagai santri alumni harus mengikuti teladan para masyayikh dengan terus menjaga silaturahim ini,” tambahnya.

Baca Juga: Soroti Minimnya Gen Z di Acara Alumni, Gus Irfan: Beri Mereka Ruang Jadi Panitia

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk para masyayikh Jombangan, seperti Hasyim Asy’ari, Yusuf Mashar, Bisri Syansuri, Wahab Chasbullah, dan Romly Tamim. Pembacaan tahlil dipimpin oleh Moch. Yasser Satria Muzayyin dan diikuti seluruh peserta dengan penuh khidmat.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan, “Kegiatan seperti ini akan selalu mengingatkan kita semua terhadap perjuangan dan pengabdian para masyayikh. Semoga kita senantiasa tersambung dengan para masyayikh.”

Tidak hanya berisi agenda formal, kegiatan Silaturasa juga dimeriahkan dengan sesi mini games berupa cerdas cermat antarkelompok. Pertanyaan yang diberikan mencakup sejarah pondok pesantren, nama pendiri, tahun berdiri, sejarah penamaan pondok, letak geografis, hingga jasa-jasa yang telah dilahirkan oleh pondok pesantren di lingkungan Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, Rejoso, dan Madrasatul Qur’an.

Baca Juga: Alumni Tebuireng Sampaikan Khutbah Jum’at di Masjid Negara IKN



Pewarta: Kurniawan Hakim