Dewan Mahasantri (DEMA) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari mengadakan bedah buku “Indonesia Berkhilafah” karya Mahasantri Lirboyo di aula lantai satu Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Senin (04/07/2022)

Tebuireng.online- Dewan Mahasantri (DEMA) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari mengadakan bedah buku “Indonesia Berkhilafah” karya Mahasantri Lirboyo di aula lantai satu Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Senin (04/07/2022). Dalam kesempatan tersebut turut hadir KH. A. Roziqi, Lc., M.H.I., selaku Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, tampak juga Wakil Mudir Kemahasantrian, Ustadz M. Hamsa Fauriz, M.H., dan segenap mahasantri dan beberapa tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan berbahasa Arab, Mudir Ma’had Aly ini menyampaikan, bahwa kajian tentang khilafah ini sebenarnya sudah dibahas dari dulu oleh Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, yang mana KH. Hasyim mencoba menyatukan antara dua cinta, cinta agama dan cinta tanah air. “Al-Allamah KH. Hasyim Asy’ari, wadhi labinati istiqlali Indonesia. Hadza al-kitab dalilun ‘ala anna muasisana wamuasis Nahdlatul Ulama, wasyakh Masyayikh fi hada al-ma’had, dzu ihtimamin kabir, ‘anil bahsi wathaniyyah, al-rojul wathoni. (KH. Hasyim Asy’ari adalah salah satu peletak undang-undang dasar negara republik indonesia. Ini menunjukan bahwa pendiri pondok kita dan pendiri Nahdlatul Ulama dan guru kita bersama sangat mementingkan tanah air, beliau berjiwa nasionalis,” tutur KH. A. Roziqi.

Setelah sambutan, berlanjut dengan acara inti, Bedah buku “Indonesia Berkhilafah” yang dibedah langsung oleh Zida Fadli Roin dan Mazruhan Rizki, selaku slaah satu penulis buku tersebut. “Buku ini sebenarnya ditulis oleh tim, ada sekitar empat orang yang menulis buku ini,” ungkap Mazruhan Rizki.

Bedah buku ini berlangsung selama kurang lebih satu jam, berbagai pertanyaan diajukan oleh para mahasantri Ma’had Aly terhadap pemateri. Kemudian acara tersebut ditutup dengan doa dan pengenal buku karya Mahasantri lirboyo serta pemberian cenderamata oleh Dema Ma’had Aly Hasyim Asy’ari.


Pewarta: Faizal Amin

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaResep Umur 100 Tahun Ala KH. Masduqi Santri Hadratussyaikh
BerikutnyaKhilafah, Sistem Baku dalam Politik Islam?