(tengah-bersorban), Santri KH. Hasyim Asy’ari, Kiai Masduqi. (foto: tim youtube/to)

Oleh: Yuniar Indra Yahya*

Berumur panjang merupakan bentuk dari seseorang yang raganya sehat dan bugar. Manusia yang badannya sehat kemungkinan harapan hidupnya juga tinggi. Ahli kesehatan biasanya menilai Angka Harapan Hidup (AHH) berbanding lurus dengan kualitas kesehatan suatu masyarakat. Angka Harapan Hidup merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. Menurut survey pada negara berkembang angka harapan hidupnya relatif berada di angka 40-60 tahun. Sementara di negara berkembang angka itu berkisar sampai 90 tahun.

Dan warga negara Indonesia memiliki angka harapan hidup di sekitar 60 tahun-an saja mulai tahun 2020. Angka ini sudah sangat tinggi dibanding awal-awal kemerdekaan. Angka Harapan Hidup yang terhitung untuk Indonesia dari Sensus Penduduk tahun 1971 adalah 47,7 tahun, artinya bayi-bayi yang dilahirkan menjelang tahun 1971 (periode 1967-1969) akan dapat hidup sampai 47 atau 48 tahun.

Tetapi bayi-bayi yang dilahirkan menjelang tahun 1980 mempunyai usia harapan hidup lebih panjang yakni 52,2 tahun, meningkat lagi menjadi 59,8 tahun untuk bayi yang dilahirkan menjelang tahun 1990, dan bayi yang dilahirkan tahun 2000 usia harapan hidupnya mencapai 65,5 tahun. Peningkatan Angka Harapan Hidup ini menunjukkan adanya peningkatan kehidupan dan kesejahteraan bangsa Indonesia selama 30 tahun terakhir dari tahun 1970-an sampai tahun 2000.

Nah, salah satu santri langsung Mbah Hasyim tahu cara untuk meningkatkan angka harapan hidup. Beliau adalah KH. Masduqi dari Pekukuhan, Mojosari, Mojokerto. Beliau mengaku kelahirannya sama dengan Bung Karno. Artinya mungkin sekitar 1902. Dan masih hidup hingga 2022.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Mencapai usia 120 tahun tidaklah mudah katanya. Ada resep-resep yang beliau amalkan. Pertama, adalah berkegiatan dan olahraga. Kalau pagi diharuskan berkegiatan, misal bekerja, baik di sawah, kebun, berternak. Ketika malam harus salat sunah sampai berkeringat. Dari KH. Hasyim menyarankan salat witir. Dengan rincian rakaat pertama surah Al-‘Alaq, rakaat kedua Al-Kafirun, rakaat ketiga Al-Ikhlas. Kedua, minta ke Allah untuk umur panjang. Apalagi waktu bulan Ruwah/Sya’ban tanggal 14 dan 15 puasa 2 hari, lalu salat sunah dan minta kepada Allah panjang umur. Ketiga, yang sering puasa. Karena organ kalau tidak diistirahatkan akan sakit.

Itulah resep KH. Masduqi yang saat ini memiliki usia tinggi, 120 tahun. Keberkahan umurnya tidak lain karena kesehatannya yang selalu terjaga dengan salat dan puasa. Inilah dua amalan untuk berumur panjang dari beliau. Tertarik? silahkan dicoba.

*Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asy’ari.

SebelumnyaKembali Berkarya Tingkatkan Kreativitas Seni Siswa
BerikutnyaPerkuat Keilmuan, DEMA Ma’had Aly Gelar Bedah Buku Indonesia Berkhilafah