Peringati Satu Abad NU, 400 Kader MWCNU Perak Jalan Kaki Sowan ke Tebuireng

45
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Perak, Jombang, menggelar aksi jalan kaki bertajuk “Mlampah Sareng Sowan Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari”, Senin (02/02/2026). Foto: TO

Tebuireng.online- Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Perak, Jombang, menggelar aksi jalan kaki bertajuk “Mlampah Sareng Sowan Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari”, Senin (02/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati satu abad Nahdlatul Ulama berdasarkan penanggalan masehi.

Agenda ini diikuti oleh sekitar 400 peserta yang terdiri dari pengurus MWCNU Perak, pengurus ranting, hingga badan otonom (Banom) NU se-Kecamatan Perak. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah, beserta jajaran pengurus cabang lainnya.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Perak, KH Nur Raihan, menjelaskan bahwa aksi berjalan kaki ini menempuh jarak kurang lebih 12 kilometer, dimulai dari wilayah Perak menuju Pesantren Tebuireng. Menurutnya, kegiatan ini merupakan simbol perjuangan untuk meneladani para muassis (pendiri) NU.

“Dalam rangka meramaikan satu abad kalender masehi Nahdlatul Ulama, kami sowan ke Hadratussyaikh dengan berjalan kaki. Tiada lain tujuannya adalah untuk ngalap barokah dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari,” ujar Kiai Nur Raihan.

Rangkaian acara di Tebuireng diawali dengan prosesi penyerahan ikrar wakaf dari MWCNU Perak kepada dzurriyah (keturunan) Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Wakaf tersebut diserahkan secara simbolis dan diterima langsung oleh KH Fahmi Amrullah selaku Ketua PCNU Jombang.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Aset wakaf tersebut diharapkan dapat dikelola secara optimal demi kemaslahatan dan keberlangsungan kegiatan warga Nahdliyin di masa mendatang. Setelah prosesi penyerahan, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama di kompleks makam masyayikh Tebuireng.

Menutup rangkaian kegiatan, KH Nur Raihan berharap momentum satu abad ini menjadi titik balik penguatan lahir dan batin bagi seluruh pengurus dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama.

“Semoga kami diberi kelancaran dalam segala urusan, kekuatan untuk mengikuti jejak para ulama, serta yang terpenting adalah diakui sebagai santri Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari,” pungkasnya.

Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan tertib, mencerminkan semangat militansi kader NU tingkat kecamatan dalam menjaga tradisi spiritualitas dan organisasi.


Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan