Ribuan santri Tebuireng tumpah ruan hingga di halaman masjid Pesantren Tebuireng untuk mendoakan keutuhan NKRI pada Rabu (16/07/2017) setelah shalat Maghrib. (Foto: Syamsul)

Tebuireng.online— Seluruh santri  Pesantren Tebuireng berkumpul di masjid guna membaca istighasah bersama untuk mendoakan Bangsa Indonesia yang akan merayakan hari kemerdekaannya yang ke-72 esok hari (17/08/2017). Acara ini dilaksanakan setelah mauidhah hasanah oleh KH. A. Mustain Syafi’ie selepas shalat Maghrib berjamaah pada Rabu (16/08/2017).

Seluruh santri membaca istighasah yang disusun oleh Ustadz Mustaqim Askan, ustadz senior di Pesantren Tebuireng, yang juga memimpin doa bersama. Beliau menuturkan doa yang dibaca ini, ditujukan kepada para pejuang Indonesia, khususnya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, dzurriyah (red: keturunan) dan juga santri beserta keluarga agar diberikan kesehatan, ilmu yang bermanfaat, dan rezeki yang berlimpah.

“Paling utama doa ini ditujukan kepada bangsa ini agar tetap terjaga. Doa ini supaya bisa menjaga keutuhan NKRI,” dawuh beliau kepada ribuan santri Tebuireng dari berbagai jenjang pendidikan dan tingkatan usia.

Acara ini adalah awal dari rangkaian acara yang akan dilaksanakan hingga Jumat (18/08/2017) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia.

Seluruh santri, pengurus, guru, dan karyawan di lingkunga Yayasan Hasyim Asy’ari Pesantren Tebuireng akan melaksanakan Upacara Kemerdekaan di halaman kampus B Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) pada esok Kamis (17/08/2017) pagi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Lalu akan dilanjutkan dengan perlombaan seru ala santri Tebuireng, baik putra maupun putri. Pada Jumat ((18/08/2017) pagi setelah shalat Subuh, para santri dan pengurus akan berjalan menuju makam Kiai Asy’ari, ayah Kiai Hasyim, di Desa Keras, Diwek, Jombang.


Pewarta:            Rizky Hanivan

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaSosok Suciati Fitri, Santriwati SMA Trensains, Peraih Perunggu IMC 2017 di Singapura
BerikutnyaRefleksi Kemerdekaan, KH. Musta’in Syafi’ie Ungkap Peran Mbah Hasyim dan Tebuireng