ilustrasi Ilalang: kompasiana.com

Oleh: Ghaitsa Fauziah*

Belai lembut
tak selalu sejuk
dan sorai di atas tanah
bisa jadi goyah
dan aku yang retak
tak berarti rusak

tapi hati yang mentah
mendoakan belai
mengharap sorai
dan berarti pula
aku yang jadi goyah terempas
dan pasrah pada arah

bumi kita merah
kita pergi sia-sia
tak berarti dan tak pernah mengerti
“untuk apa mati?”
hujan organ di padang ilalang.

*Santri Putri Walisongo.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaLakukan Dua Hal Sederhana Ini, Agar Dicintai oleh Allah
BerikutnyaIslam Agama yang Solutif