Oleh: KH. Nur Hannan, Lc., M.H.I.

الحَمْدُ للهِ الذِيْ خَلَقَ الإِنْسَانَ وَحَذَّرَهُ مِنْ آفَاتِ اللسَانِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُفْتَحُ بِهَا أَبْوَابُ الجِنَانِ وَتُغْلَقُ عَن اَبْوَابِ النِيْرَان وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ المُؤَيَّدُ بِالمُعْجِزَاتِ والبُرهَانِ صلى الله عليه وسلم وأصحابه اَهْلِ البِرِّ وَالاِيْمَانِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

اَمَّا بَعْدُ اُوْصِي نَفْسِيْ وَاِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ

قَالَ الله تَعَالى: یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوۡلࣰا سَدِیدࣰا یُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَـٰلَكُمۡ وَیَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن یُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِیمًا

Jamaah Shalat Jumat yang Dimuliakan oleh Allah SWT

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam kesempatan yang sangat baik ini, pertama saya wasiat untuk diri saya dan para jamaah, agar kita senantiasa berusaha meningkatkan kualitas iman kita kepada Allah SWT. Dengan menjalankan segala yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi larangan-larangan. Dengan begitu Allah akan memberikan keselamatan hidup di dunia maupun di akhirat

Jamaah Shalat Jumat yang Dimuliakan oleh Allah SWT

Salah satu wujud dari takwa kita kepada-Nya adalah dengan senantiasa menjaga lisan, baik berupa perkataan yang diucapkan secara langsung maupun berupa tulisan. Lisan merupakan salah satu dari anggota tubuh yang paling penting untuk dijaga karena lisan ini bisa menjadi ladang pahala, jika digunakan untuk kebaikan, berzikir, dan mengucapkan perkataan yang baik. Ucapan yang baik, baik secara langsung maupun tulisan pasti menuai hal yang baik. Sebagaimana dalam firman-Nya:

إِلَیۡهِ یَصۡعَدُ ٱلۡكَلِمُ ٱلطَّیِّبُ وَٱلۡعَمَلُ ٱلصَّـٰلِحُ یَرۡفَعُهُۥۚ

Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya.

Di samping lisan ini bisa menjadi ladang kebaikan, lisan juga bisa menjadi gudang dosa dan mendatangkan berbagai keburukan jika digunakan dalam keburukan. Salah satu contohnya, digunakan untuk membicarakan keburukan orang lain, mengadu domba. Sehingga dengan ucapannya atau tulisannya dapat menyebabkan permusuhan antar sesama. Begitu juga apabila lisan ini dipakai untuk mengucapkan kata kotor, hal itu tidak hanya akan menimpa dirinya, melainkan juga akan mendapat balasan di akhirat nanti. Dalam sebuah hadis dikatakan:

وَهل يَكبُّ النَّاسَ في النَّارِعلَى وجوهِهِم، أوعلَى مناخرِهم، إلَّا حصائدُ ألسنتِهم.

Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan wajahnya di dalam Neraka selain disebabkan oleh ucapan yang keluar dari lisan mereka?

Dalam hadis yang lain:

إنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بالكَلِمَةِ مِن رِضْوانِ اللَّهِ، لا يُلْقِي لها بالًا، يَرْفَعُهُ اللَّهُ بها دَرَجاتٍ، وإنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بالكَلِمَةِ مِن سَخَطِ اللَّهِ، لا يُلْقِي لها بالًا، يَهْوِي بها في جَهَنَّمَ.

Sesungguhnya ada seorang hamba berucap perkataan yang mengundang ridha Allah, ia tidak memedulikannya, maka niscaya Allah akan mengangkat derajatnya karena ucapan-ucapan baik yang diniatkan untuk mencari ridha Allah. Dan sesungguhnya seorang hamba berucap perkataan yang mengundang kemarahan Allah, ia tidak memedulikannya, niscaya Allah akan menyeburkan dirinya ke dalam neraka Jahannam.

Jamaah Shalat Jumat yang Dimuliakan oleh Allah SWT

Dari kedua hadis yang disebutkan tadi bahwa lisan ini merupakan salah satu anggota tubuh manusia yang sangat penting. Dengan lisannya orang bisa selamat di dunia, begitupun di akhiratnya. Tetapi manusia juga bisa celaka dunia dan akhirat dengan lisannya. Oleh karena itu, lisan harus dijaga dan dihiasi dengan perkataan-perkataan yang baik, entah itu berupa lisan atau tulisan. Allah membuat perumpaan antara lisan yang baik dan buruk dalam Q.S. Ibrahim 24-27:

أَلَمۡ تَرَ كَیۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلࣰا كَلِمَةࣰ طَیِّبَةࣰ كَشَجَرَةࣲ طَیِّبَةٍ أَصۡلُهَا ثَابِتࣱ وَفَرۡعُهَا فِی ٱلسَّمَاۤءِ(24) تُؤۡتِیۤ أُكُلَهَا كُلَّ حِینِۭ بِإِذۡنِ رَبِّهَاۗ وَیَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ یَتَذَكَّرُونَ (25) وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِیثَةࣲ كَشَجَرَةٍ خَبِیثَةٍ ٱجۡتُثَّتۡ مِن فَوۡقِ ٱلۡأَرۡضِ مَا لَهَا مِن قَرَارࣲ (26) یُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ بِٱلۡقَوۡلِ ٱلثَّابِتِ فِی ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَا وَفِی ٱلۡـَٔاخِرَةِۖ وَیُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّـٰلِمِینَۚ وَیَفۡعَلُ ٱللَّهُ مَا یَشَاۤءُ (27(

Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baikseperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk,yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

Semoga kita senantiasa dapat menjaga lisan kita. dan menjadikan lisan kita ini sebagai ladang untuk meraih ridha Allah SWT., serta senantiasa terjaga dari lisan yang mencelakakan kita baik dunia maupun akhirat.


Pentranskip: Yuniar Indra Yahya

SebelumnyaHabib Muhammad bin Husain Al-Habsyi, Tolakan Mertua Menjadi Motivasi
BerikutnyaSejarah Penentuan Nama Hari dalam Islam