Ketua Gerakan Indonesia Beradab (GIB), Dr. Bagus Riyono menjelaskan tentang pentingnya memahami arti beradab dalam Pancasila. Hal ini disampaikan dalam acara seminar nasional ‘Menanggapi RUU Pengahapusan Kekerasan Seksual (PKS)’ di Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (02/5/19). (Foto: Bagas)

Tebuireng.online— Dalam acara seminar nasional “Menanggapi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS)” yang diselenggarakan oleh Gerakan Indonesia Beradab (GIB) bekerja sama dengan Pusat Kajian Pemikiran Hasyim Asy’ari pagi ini Kamis (02/5/19), hadir Dr. Bagus Riyono, memberikan sambutan selaku ketua GIB. Mewakili 200 organisasi yang berada di bawah GIB, Bagus Riyono menyampaikan pentingnya pembahasan menanggapi kasus RUU PKS yang meresahkan masyarakat ini.

Terkait dengan tujuan penyelenggaraan seminar oleh GIB ini, Bagus Riyono menyampaikan visi keberadaan Gerakan Indonesia Beradab, “kenapa diberi nama Beradab? karena kita lihat Pancasila yang dijadikan sebagai pedoman hidup, ada satu yang kurang ditekankan yaitu beradab. Padahal beradab merupakan kata kunci memahami, menghayati, dan mengamalkan Pancasila. Karena dengan beradab Pancasila dapat menjadi pedoman hidup dan kunci mengamalkan Pancasila,” ungkap Doktor Psikologi Universitas Gadjah Mada tersebut.

Kemudian Bagus Riyono menjelaskan bahwa Adab terbagi menjadi lima;

1. Adab kepada Allah yakni dengan taat beribadah dan memenuhi kewajiban sebagai seorang hamba.

2. Adab kepada alam dan lingkungan yaitu memahami hal yang harus kita pahami dari keberadaan alam dan menjaga kedamaian di dalamnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

3. Adab kepada diri sendiri yaitu tazkiyah (mensucikan) diri sendiri, sehingga kita menjadi manusia yang bersih dan bermanfaat.

4. Adab kepada sesama manusia yaitu saling belajar, mengisi dan membantu. Sehingga kita bisa menjaga persatuan hingga lahirlah hikmah.

5. Adab kepada materi yakni menjadikan materi sebagai alat bukan tujuan.

Selanjutnya Bagus Riyono mengatakan bahwa mengadakan seminar semacam ini merupakan suatu sikap tanggap atas masalah yang terjadi, “ini sebenarnya adalah selaku dari adab kita untuk menghadapi masalah yang terjadi dan mengambil hikmah darinya,” tutur alumni Fakultas Psikologi UGM ini.

Terakhir Bagus Riyono menyampaikan harapannya, “mudah-mudahan dengan acara ini kita bisa saling belajar, mengenal, mendengarkan, dan mengambil manfaat darinya,” ucapnya menutup sambutan pagi tadi.

Pewarta: Nailia Maghfiroh

Publisher: RZ

SebelumnyaHendro Setyanto Sampaikan Ceramah Ilmiah Astronomi Islam
BerikutnyaMahfud MD: Indonesia Belum Punya UU terhadap Kekerasan Seksual