KH. Amir Jamiluddin menyampaikan sambutan dalam Wisuda Binnadhar dan Bilghoib Pondok Putri Walisongo Cukir Diwek Jombang pada Ahad (29/04/2018). (Foto: Ana)

Tebuireng.online— KH. Amir Jamiluddin, Pengasuh Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Diwek Jombang menyebut santri yang sudah tamat belajar penting untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Menurut cucu KH. Adlan Aly itu kalau tidak berkeinginan untuk kuliah, sebaiknya belajar ke pondok lagi, atau mendirikan pondok, asal tidak menganggur di rumah.

“Melanjutkan ke Perguruan tinggi itu penting, kalau nggak mondok lagi. Jangan sampai menjadi pengangguran di rumah, atau mendirikan pondok, (bagi) yang sudah selesai dan ada ijzahnya, nanti insyaallah ada muridnya untuk diulang nderes (diajari mengaji Al Quran),” pesan KH. Amir Jamiluddin  atau Gus Jamil saat menyampaikan sambutan wisuda Bil Ghoib ke XVIII dan Bin Nadhor ke XVIII Pondok Pesantren Putri Walisongo pada Ahad (29/04/2018).

Dengan adanya Wisuda bilghoib ke XVIII dan wisuda binnadhor ke XVIII tahun ini, Gus Jamil mengucapkan rasa syukur yang begitu mendalam, atas diwisudanya 36 santri kategori bilghoib (hafal Al Quran). “Jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup baik dari tahun sebelumnya,” tambah dosen Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) itu.

Selain dihadiri oleh Gus Jamil, acara yang berlangsung khidmat di lapangan Gedung SMK Perguruan Mu’allimat itu juga dihadiri langsung oleh KH. Syamsudin Aly, KH. Maghfur Aly, KH. Hamdan Jamiludin, Ibu Nyai Musyafa’ah Adlan, Ibu nyai Nihayah Abdul Jabbar, dan para keluarga Pesantren Wlisongo.

Pesantren Walisongo pada tahun ini berhasil mencetak 36 hafidzah dan 81 santri yang mengikuti wisuda Binnadhor. Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari tersebut, juga dihadiri langsung oleh KH. Muhaimin Zain yang merupakan salah satu santri kebanggan almarhum KH. Adlan Aly. Selain itu, hadir pula KH. Masduki al Hafidh dari Perak Jombang, dan Wakil Rektor III Unhasy, H. Mif Rohim.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Sebelum dilanjutkan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Muhaimin Zain, panitia wisuda BilGhoib dan BinNadhor terlebih dahulu mengumumkan surat keputusan mengenai wisudawti terbaik. Dalam surat ketusan tersebut, ditetap tiga kategori wisudawati terbaik.

Peserta wisuda terbaik pertama kategori Bilghoib diraih oleh Masyithah Nikmatul Arafah dan terbaik ke-2 diraih oleh Athi’iy Tafuzi. Peserta wisuda terbaik pertama kategori Binnadhor diraih oleh Lailatus Sa’adah dan terbaik ke-2 diraih oleh Firly Ainul Ghurroh. Wisuda terbaik pertama kategori Binnadhor PQ diraih oleh Nasywa Adristi Qotrunnada dan terbaik ke-2 Annisa Sylma Kamila.


Pewarta:            Ana Saktiani Mutia

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaLima Syarat Jika Ingin Bermaksiat
BerikutnyaLawan Malas Hingga Dinobatkan Jadi Hafidzah Terbaik